Politikus senior PDI Perjuangan, Panda Nababan tanggapi keputusan manuver kader PDIP Budiman Sudjatmiko yang terang-terangan mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres, bukan mendukung Ganjar Pranowo.
Menurutnya, Budiman Sudjatmiko mulai memperlihatkan sifatnya sebagai seorang penghianat partai dan menyebutnya bunglon.
"Kita senang keluar sendiri pengkhianat partai, bagaimana bunglon ini, musuh selimut keluar. Kalau pernyataannya 'saya sedih', 'saya tetap di PDIP' itu omong kosong, dia mengharapkan Ganjar kalah dan Prabowo menang," pungkasnya dilansir dari wartaekonomi--jaringan suara.com.
Lanjut Panda, selama ini Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memerintahkan agar seluruh kader all-out mendukung penuh Ganjar Pranowo. Sebaliknya Budiman malah membuat retorika omong kosong dengan membawa-bawa kesetiaan kepada PDIP.
"Ngapain dipoles-poles, enggak usah dibungkus-bungkus. Ibu Ketum sudah mengatakan tak melaksanakan pemenangan Ganjar, keluar! itu sudah jelas!," pungkasnya.
Panda menyebut deklarasi Budiman tidak akan membuat PDIP gentar.
"Begini dengan Golkar-PAN bergabung ke Prabowo, itu mengingatkan kita di 2014, dan hasilnya: kalah! Ini persiapan untuk kalah ini, ini tanda-tanda," jelasnya.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sudah memberikan opsi kepada Budiman untuk menentukan statusnya.
"Opsinya mengundurkan diri atau pemecatan," kata Hasto.
Baca Juga: Kondangan ke Pernikahan Pratama Arhan, Pemain Tokyo Verdy Bangga Kenakan Batik
Namun, Panda bersyukur manuver Budiman terjadi jauh-jauh sebelum Pilpres.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'
-
Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Diduga Unggah Status Menantang Publik
-
Profil Saifullah Yusuf, Mensos yang Tegas Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Main Judol
-
Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya
-
5 HP Kamera Jernih di Bawah Rp2 Juta, Hasil Foto Fokus dan Memori Besar
-
Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA
-
BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group
-
11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas
-
KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Leasing Berbondong-bondong Atur Ulang Tata Kelola Penagihan
-
Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI