/
Senin, 11 September 2023 | 23:20 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas membahas terkait penanganan masalah narkoba di Tanah Air di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (11/9/2023).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong jajarannya untuk mencari sebuah langkah terobosan dalam mengentas penyalahgunaan narkoba.

Hal ini dikatakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas terkait penanganan masalah narkoba di Tanah Air di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (11/9/2023).

"Hari ini saya ingin mengajak kita semua untuk mencari sebuah lompatan terobosan agar kejahatan luar biasa ini bisa kita kurangi, kita selesaikan dengan baik," ujar Jokowi yang dikutip Mamagini.Suara.com dari keterangan Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (11/9/2023).

Kepala Negara menuturkan bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mencatat kasus penyalahgunaan narkoba mencapai 3,6 juta jiwa atau 1,96 persen. 

Untuk itu, Jokowi meminta seluruh jajarannya melakukan penegakan hukum yang tegas dan memberikan efek jera kepada para pelaku. 

"Karena kita tahu juga banyak oknum aparat penegak hukum kita yang juga terlibat di jalurnya, ini menjadi catatan dan tindakan tegas harus diberikan kepada mereka," tutur Jokowi.

Sementara itu, terkait dengan rehabilitasi bagi para pengguna narkoba, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengapresiasi usulan terkait penggunaan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) sebagai salah satu tempat untuk rehabilitasi. Meski demikian, Jokowi menyampaikan bahwa penggunaan tempat tersebut masih harus dikalkulasi secara matang.

"Di setiap Kodam, saya kira punya kapasitas kurang lebih 500-an yang bisa direhab di situ, tapi nanti kita bicarakan juga anggarannya seperti apa," kata Jokowi.

Pada rapat tersebut, Jokowi juga menekankan pentingnya mencegah penyalahgunaan narkoba di Tanah Air.

Baca Juga: Fuji Dikabarkan Dekat dengan Asnawi Mangkualam, Haji Faisal Wanti-wanti Putrinya: Jangan Terlalu Cepat Ambil Keputusan

Jokowi pun meminta jajarannya untuk fokus dalam menyelesaikan masalah penyelundupan narkoba di sejumlah provinsi dengan kasus narkoba tertinggi.

"Ini saya kira agar kita fokus, saya nanti juga memutuskan kita kerjakan tidak di semua provinsi dulu, mungkin lima besar, provinsi lima besar yang narkobanya paling tinggi kita fokuskan di situ atau sepuluh besar nanti kita putuskan setelah berbicara di sini," katanya.

Load More