Warung makan milik Bang Madun, konten kreator yang akrab dengan sapaan Nyak Kopsah di media sosial, baru-baru ini direview oleh Aa Juju, food vlogger yang dikenal lewat akun TikTok @makanlurr.
Aa Juju diketahui mendatangi Warung Makan Madun Oseng Nyak Kopsah yang berada di wilayah Tangerang.
Dalam video yang diunggahnya di TikTok, Aa Juju mengungkapkan perasaannya saat pertama kali datang ke warung makan tersebut. Selain menyoroti tempat makan yang kotor dan berantakan, Aa Juju juga menyebut bahwa tempat makan tersebut beraroma tak sedap yang berasal dari sebuah kali yang ada di samping warung makan tersebut.
Tak hanya di bagian luar, area dalam warung pun tak kalah kotor dan berantakan. Tampak sampah tisu berserakan di bawah meja dan tidak ada pelayan yang membersihkannya.
Lebih lanjut, Aa Juju kemudian memperlihatkan daftar menu di warung tersebut yang menurutnya terlalu mahal. Meski begitu, ketika makanan sudah datang, food vlogger tersebut menyebut jika rasa makanannya enak walaupun sudah tidak hangat lagi.
Ia bahkan memberi rating 8/10 pada beberapa makanan yang dipesannya, seperti telur dadar dan udang goreng tepung.
Setelah mencicipi makanan yang dipesannya, Aa Juju bermaksud untuk membawa pulang sisa makanannya yang tampak masih banyak. Ia pun meminta makanannya dibungkus. Namun, oleh pelayan, Aa Juju malah diberi kantong plastik berwarna merah dan disuruh membungkus makanannya sendiri.
"Gue bingung minta bungkus, tapi bungkusnya sendiri. Ya udah langsung kita kresekin aja," katanya sambil memasukkan sisa makanan tersebut ke dalam kantong plastik.
Usai videonya viral di TikTok, Bang Madun atau Nyak Kopsah selaku pemilik warung makan tersebut kedapatan marah-marah di media sosial.
Baca Juga: Hindari Lawan Berat: Ini 4 Syarat agar Indonesia Jadi Juara Grup F di Asian Games
Dikutip dari video yang diunggah akun @bisnismillenial, Bang Madun mengatakan jika seharusnya food vlogger tersebut meminta izin kepadanya sebelum ia mereview warungnya tersebut.
"Mau review jujur boleh, tetapi konfirmasi dulu sama yang punya. Ibarat rumah didatengin maling, duit, HP diambil, orang tua digorok, anak digebuk, redho nggak?" kata bang Madun sambil marah-marah.
Tak hanya itu, Bang Madun juga mengatakan bahwa tidak mungkin memberikan pelanggan kantong plastik kresek untuk membungkus makanan yang akan dibawa pulang.
"Masa iya gue 25 tahun usaha dikasih kresek buat ngantongin?" katanya.
Menurut Bang Madun, food vlogger tersebut tidak memberikan keterangan plastik apa yang diminta, sehingga oleh pelayan diberikan kantong plastik merah tersebut.
Reaksi Bang Madun yang tampak tak terima dengan review jujur Aa Juju langsung menjadi sorotan warganet. Tak sedikit yang berbalik menjadi tak simpatik pada pemilik warung tersebut.
"Dapet komen pedes dikit bukannya dijadiin evaluasi dan perbaikin, malah sewot dan ngerasa paling bener. Ciri khas boomer banget dah," komentar warganet.
"Kalo konfirmasi dulu bukannya takutnya jadi gak objektif review-nya?" kata warganet.
"Ya elah segala ngomel-ngomel, bukannya jadi bahan evaluasi. Kalo konfirmasi dulu ya banyak dramanya lah. Toh juga si vlogger kaga minta gratis, dia bayar," timpal warganet lain sewot.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif
-
Pembobol Ruang Guru Kalianda Diciduk Berkat Rekaman CCTV
-
Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya
-
Mesir Resmi Desak FIFA Selidiki Wasit Francois Letexier Usai Kekalahan Kontroversial dari Argentina
-
Cafe deClan Signature Milik Siapa? Diduga Jadi 'Gudang Uang' Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang
-
Gainward GeForce RTX 50 Series Resmi Hadir, GPU Baru untuk Gaming AAA dan AI Generatif
-
Bukannya Air Malah Semburkan Api: Misteri Sumur Gas di Sampang Bikin Geger Warga
-
Prediksi 23 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kombinasi Senior dan Darah Muda
-
Post Kantoor Cikini, Restoran Vintage di Bekas Kantor Pos Zaman Belanda