Sebuah video viral di media sosial menunjukkan kondisi memprihatinkan dari sebuah kamar kos yang kotor dan selalu tergenang air.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @martasiahaan98 tersebut, terlihat lantai kamar yang sangat kotor, banyak sampah, dan dipenuhi dengan tumpukan plastik yang tak jelas isinya.
Di salah satu sudut kamar, terdapat tumpukan kardus styrofoam yang diduga bekas makanan. Kemudian di atas kasur yang sudah menghitam karena jamur, bertebaran botol-botol bekas air mineral yang sudah kosong.
Kondisi yang sama juga terlihat di kamar mandi yang berada di dalam kamar kos tersebut. Akibatnya, saluran pembuangan air menjadi mampet dan menyebabkan air tergenang hingga ke lantai kamar hingga keluar ke arah koridor depan bangunan kos.
Banyak warganet menduga bahwa penghuni kamar kos tersebut mengidap hoarding disorder, gangguan kesehatan mental yang membuat penderita memiliki keinginan yang kuat untuk menyimpan barang.
Meski tak ada penjelasan lebih lanjut mengenai benar tidaknya gadis penghuni kamar kos tersebut mengidap hoarding disorder, tak sedikit warganet yang langsung mengaitkan gangguan kesehatan mental ini dengan perilaku ibu-ibu yang suka menimbun barang di rumah, mulai dari kantong plastik, botol bekas, kotak makan plastik. dan lainnya.
"Emak gue hoarding disorder, suka mengumpulkan barang-berang bekas, plastik-plastik bekas, botol-botol bekas, kardus-kardus bekas," komentar salah satu warganet.
Komentar di atas langsung ramai ditanggapi oleh warganet lainnya. Tak sedikit yang merasa punya kebiasaan sama, yaitu suka menimbun barang-barang tak penting di rumah.
Lalu, benarkah kebiasaan para ibu-ibu yang suka menimbun barang-barang di rumah termasuk hoarding disorder? Untuk mencari tahu jawabannya, simak dulu mengenai gejala hoarding disorder yang dilansir dari Cleveland Clinic berikut.
Baca Juga: Resep Tongseng Kambing Sedap, Nggak Kalah dari Warung Pinggir Jalan
1. Merasa kesulitan untuk membuang barang-barang yang dimiliki
2. Merasa stres yang berlebihan ketika mencoba untuk membuang barang-barang yang dimiliki
3. Mengalami kecemasan karena merasa akan membutuhkan barang-barang tersebut di kemudian hari
4. Merasa bingung atau tidak tahu di mana harus meletakkan barang-barang miliknya
5. Timbul rasa tidak percaya terhadap orang-orang yang menyentuh barang-barang miliknya
6. Kondisi rumah menjadi tidak layak karena barang-barang semakin menumpuk
7. Memiliki kecenderungan untuk menjauhkan diri dari teman dan keluarga
Jika merasakan sebagian besar dari gejala di atas, maka ada kemungkinan kamu memang mengidap gangguan kesehatan mental ini. Tapi, tetap diperlukan pemeriksaan oleh ahli atau dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Dan yang perlu diingat juga, hoarding disorder tidak ada hubungannya dengan kemalasan. Jadi, bedakan antara malas beberes dengan gangguan kesehatan mental ini, ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
3 Opsi Mobil Keluarga Saudara Suzuki Ertiga: Harga di Bawah LCGC, Punya Fitur Kelas Atas
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen
-
Alasan Bank Jakarta Bantu Pelita Jaya Arungi IBL 2026
-
25 Pejabat Baru Pemkot Pekanbaru Resmi Dilantik, Ini Daftar Namanya
-
15 Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bahasa Jawa, Bisa Dibagikan ke Orang Tua
-
Sinopsis Love Story in the 1970s, Drama China Terbaru Arthur Chen di WeTV
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta
-
Ternyata Klapanunggal Bogor Punya Destinasi Healing & Spot Asyik untuk Keluarga
-
Cak Imin Ingatkan Dampak Bencana Bisa Ciptakan Kemiskinan Baru