Keluarga Ronald Tannur, tersangka pembunuhan Dini Sera Afriyanti, melaporkan balik kuasa hukum dan keluarga korban.
Padahal sebelumnya ayah Ronald, Edward Tannur, telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas ulah anaknya.
Keluarga tersangka merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya setelah beredar video pengakuan keluarga besar Dini yang mengaku disuap untuk damai.
Dalam video tersebut, salah seorang keluarga Dini menyebut bahwa ayah Ronald mengirim orang ke rumah mereka di Sukabumi untuk memberikan uang duka.
Namun, menurut kuasa hukum Dini, Dimas Yemahura, diduga uang duka tersebut diberikan dengan maksud dan tujuan untuk menginterversi hukum yang sedang berjalan.
Dikutip dari akun Instagram @frix.id, pelaporan balik terhadap kuasa hukum dan keluarga Dini ini dikonfirmasi oleh pengacara Ronald Tannur, Lisa Rahmat.
Lisa mengatakan bahwa laporan tersebut diajukan berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pidana umum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Tindakan pelaporan balik yang dilakukan keluarga Ronald itu pun langsung disorot warganet. Tak sedikit hujatan yang dilayangkan kepada Edward Tannur yang telah dinonaktifkan dari Komisi IV DPR RI.
"Udahlah, UU ITE pasal pencemaran nama baik dihapus aja. Sering banget disalahgunain sama pihakpihak yang play victim," komentar salah satu warganet.
Baca Juga: Kerap Dituding Punya 'Pegangan', Soimah Tanggapi Santai
"Kukira kenakalannya yang di luar batas, ternyata didikannya yang di luar nurul," warganet lain menyimpukan.
"Lah lucu, kok pasal pencemaran nama baik. Yang nyemarin nama keluarga lo kan anak lo sendiri, karena membunuh," kata warganet.
"Biasanya mau pemilu harus bersih namanya biar kepilih," sindir warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Polisi: Bundaran HI Wajib Steril dari Demo Mahasiswa agar Jakarta Tak Lumpuh!
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Belum Sampai Bundaran HI, Aksi Mahasiswa Sudah Diwarnai Bentrokan dengan Aparat
-
Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN
-
Beda dengan di Layar Kaca, Mantan ART Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Jutek Banget
-
Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik
-
Masih Hangat, Tecno Pova 8 Resmi Meluncur 11 Juni: Usung Alive Matrix Display dan Dimensity 7100
-
Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia
-
Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat
-
Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!