Pengamat politik Hanta Yudha memberikan pandangannya apabila Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pindah dari PDI Perjuangan ke Partai Golkar.
Menyoali persoalan tersebut, Hanta membeberkan keuntungan dan kerugian untuk Ganjar, PDIP dan Golkar dari berbagai sisi.
Pertama, apabila Ganjar keluar dari PDIP dan partai banteng itu tidak mendukungnya, maka ada peluang terkejar charge cukup besar.
"Kenapa? karena Ganjar sudah dipersepsikan kuat, cukup kuat. Itu pun belum tentu tetap harus diukur nanti soal persepsi publik orang pindah partai ini seterusnya," ungkap Hanta dikutip dari tvOneNews, Minggu (20/11/2022).
Kedua, apabila Ganjar keluar dari PDIP, lalu didukung oleh Golkar dan tidak masuk partai Golkar. Ganjar perlu kerja keras, seperti halnya Anies dengan NasDem.
"Jadi perlu strategi untuk membuat brand connection bahwa Ganjar adalah kuning (Golkar), masih tanggung," tuturnya.
Ketiga, jika Golkar dan PDIP mendukung Ganjar, maka cerita Jokowi pada Pemilu 2019 akan terulang.
Hal itu bermakna bahwa PDIP lah yang akan mendapatkan efek keuntungan paling besar, kecuali Golkar dibantu sebagai cawapres.
"Tapi kalau tidak cawapres, kemudian tidak dapat capres, agak sulit juga. Itu sudah terjadi di 2019, yang akan dapat tentu orang dalam persepsinya Ganjar adalah merah hari ini," jelas Hanta.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ketahui Kelemahan Terbesar Anda Saat Jatuh Cinta, Apa yang Anda Lihat Pertama Kali
"Mau diulang-ulang Ganjar adalah PDI Perjuangan, itu yang menjadi tantangan Partai Golkar menurut saya," sambungnya.
Sehingga, hal yang harus dipikirkan ketika Ganjar pindah ke Golkar adalah persepsi publik. Sebab, publik tidak begitu suka dengan orang yang sudah lama berada di suatu partai, tapi tiba-tiba pindah ke partai lain.
Hanta menyebut baik Ganjar maupun PDIP akan sama-sama terancam apabila Gubernur Jawa Tengah itu keluar dari partai banteng. Terlebih lagi, Ganjar dan PDIP sama-sama berbasis di Jawa Tengah.
"Jawa Tengah itu ya kandang banteng, itu juga basis Ganjar. Jadi dua-duanya ini dilematis, kalau dua-duanya berpisah ada pendukung ibu Mega dan PDIP yang sangat loyal kemudian Ganjar keluar, bisa jadi tidak memilih Ganjar. Begitu juga pemilih Ganjar yang loyal, itu tidak akan memilih PDI Perjuangan. Dilematis mereka," jelas Hanta.
Hanta menyebut bahwa pemilih di Jawa Tengah yang berbasis Ganjar dan PDIP akan terbelah.
Ketika Ganjar keluar dan pemilih PDIP turun, maka pemilih Ganjar juga ikut turun.
Sementara itu, Golkar memiliki PR untuk membuat Ganjar untuk menjadi kuning sesuai dengan partai mereka.
Berita Terkait
-
Dideklarasikan Sebagai Capres 2024 oleh Relawan Jogja, Ganjar Pranowo Malah Asyik Lari 7 Km untuk Penyandang Kanker
-
Wah Keren! Netizen Puji Puan Maharani
-
Akhirnya Puan dan Ganjar Dipertemukan di Muktamar Muhammadiyah Solo
-
Sindir Koalisi Perubahan yang Tak Kunjung Usung Capres, Ruhut Sitompul: Berpolitiklah Dengan Kejelasan
-
Kala Puan Maharani Disoraki "Huuu" Peserta Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Solo
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Brace Harry Kane Bawa Inggris Tantang Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
BRI Tegaskan Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif, Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Borong 6 Penghargaan Infobank 2026, Pertahankan Predikat Layanan Terbaik
-
Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal
-
Diduga Masalah Asmara, Begini Kronologi Siswi SMP Terjun ke Sungai Beliti
-
Sulitnya Cari Solar, Bus AKAP Mogok di Jalintas Sumatera karena Kehabisan BBM
-
Harga BBM Turun, Pengguna Pertamax di Palembang: Turunnya Dikit, Lumayan Lah!
-
Anggaran Lampu Jalan Palembang Melonjak dari Rp11 Miliar ke Rp140 Miliar, Ada Apa?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Kasus Abdul Wahid, KPK Periksa Sekda Riau dan Bupati Indragiri Hulu