Sosok Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut memberikan pandangannya terkait politik identitas.
Menurutnya, politik identitas ini perlu dicegah meski bukanlah hal yang baru. Sebab, dampak dari politik identitas itu sendiri pun bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan.
"Politik identitas itu bukan sesuatu yang baru, tetapi kalau dieskploitasi secara berlebihan maka hanya akan menyisakan polarisasi dan juga konflik yang berkepanjangan," kata AHY dikutip dari tvOneNews, Selasa (22/11/2022).
Putra sulung SBY itu menegaskan bahwa Demokrat dengan tegas menolak soal politik identitas.
"Ini harus kita cegah, Demokrat keras menegaskan bahwa tidak boleh untuk kemenangan sesaat kita menggunakan politik identitas," sambungnya.
AHY menambahkan soal kekhawatirannya terkait politik identitas. Ia mengingatkan kepada semua orang untuk tidak terlalu mudah melabeli seseorang atau sebuah kelompok.
"Jangan sampai kita mudah melabeli suatu kelompok A dengan sebutan tertentu, B dengan sebutan tertentu. Bisa menggunakan garis identitas baik suku, agama, ras, etnis, tapi juga bisa ideologis," jelasnya.
AHY lalu menceritakan bahwa Demokrat pernah memiliki pengalaman tak menyenangkan/buruk pada tahun 2019 silam.
Pada saat itu, AHY menyebut ada orang yang mengaku sebagai Pancasilais dan agama.
Baca Juga: 30 Rumah Dan Gereja Rusak Akibat Gempa Bumi 4 Detik di Kupang
Dia menyatakan bahwa politik identitas dan pelabelan diri itu tak boleh terjadi lagi di tahun 2024 mendatang.
"Bukankah Indonesia ini milik semua dan semua itu dijamin di negeri kita," tandasnya.
AHY berharap bisa dan harus memperjuangkan untuk tak terjadi lagi polarisasi akibat politik identitas.
Dituding Bapak Politik Identitas, Anies Baswedan Tantang Balik
Mantan Gubernur DKI Jakarta kerap dijuluki sebagai bapak politik identitas. Namun tampaknya Anies sudah gerah menyandang sebutan ini berlama-lama, sehingga belakangan mencoba mendebatnya.
Salah satunya seperti dilihat Suara.com di kanal YouTube-nya, Anies menilai persepsi tersebut muncul ketika ia bertarung di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
Berita Terkait
-
'Jangan Sok Yakin' Fahri Hamzah Cecar Telak Andi Mallarangeng, Sebut Koalisi Perubahan Hanya Bohong-bohongan
-
Bukan Karena Politik Identitas, Pembenci Ungkap Alasan Tak Menyukai Anies Baswedan
-
'AHY Lagi-lagi Blunder' Sebut Dana Negara Cuma Buat Infrastruktur, Jhon Sitorus: Tidak Paham Anggaran!
-
Wanti-wanti Jokowi Ke Bakal Capres-Cawapres: Jangan Politisasi Agama, Jangan!
-
Momen SBY-Megawati Semeja Disebut Luar Biasa Jika Ada Kemungkinan Koalisi PDIP dan Demokrat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
-
Bongkar Penyebab Banjir Puncak - Cipanas, Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
Sosok Pria di Balik Identitas Ganda yang Diduga Tipu Dokter di Palembang, Terbongkar Usai Lebaran
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes