Beberapa waktu lalu Ibu Negara Iriana Jokowi menjadi sorotan publik. Pasalnya seorang komikus asal DI Yogyakarta, Kharisma Jati, dinilai telah mengolok-olok Iriana lewat unggahan Twitter-nya.
Pemilik akun Twitter @KoprofilJati itu mengunggah foto Iriana bersama Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, dengan asumsi seolah Iriana adalah asisten rumah tangga (ART).
Keluarga Iriana memang memutuskan untuk tidak mengambil langkah hukum terhadap Kharisma Jati. Karena itulah video yang mencatut sosok putra sulung Iriana, Gibran Rakabuming Raka, di YouTube Skema Politik berikut ini menjadi viral di media sosial.
Pasalnya pengunggah video mengklaim Gibran menjemput paksa sosok penghina Iriana. Thumbnail video juga memperlihatkan sosok Gibran yang dikerubungi banyak wartawan, sementara di belakangnya tampak seorang pria berkaos oranye dengan wajah tertutup masker hitam.
"Breaking News: Gibran Tak Tinggal Diam. Jemput Paksa Sendiri Penghina Ibunya..!!!" begitulah judul yang tertera di thumbnail video, dikutip Suara Manado pada Rabu (23/11/2022).
"Gibran Benar-benar Murka, Proses Hukum Seberat-beratnya Penghina Ibu Iriana," timpalnya.
Video berdurasi 10 menit 4 detik yang diunggah Senin (21/11/2022) tersebut telah ditonton ribuan kali. Namun benarkah narasi yang diedarkan lewat video tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, informasi yang disebarkan lewat video tersebut kurang tepat. Pasalnya belum ada informasi kredibel mengenai penangkapan Kharisma Jati.
Baca Juga: Mengerikan! Fakta-fakta Misterius 4 Korban Sekeluarga yang Tewas di Kalideres
Justru keluarga Iriana, dalam hal ini ditegaskan oleh Gibran, mengaku tidak akan melaporkan pelaku yang diduga telah menghina Iriana. Namun Gibran juga mengecam cuitan Kharisma Jati, sebuah langkah yang juga sempat dilakukan oleh sang adik, Kaesang Pangarep.
Sementara itu, informasi terakhir dari Polri menyatakan bahwa mereka tetap memburu terduga pelaku penghina Iriana.
Mengutip WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menyebut pihaknya terus melakukan penyelidikan walau belum ada laporan terkait.
Bahkan saat ini Bareskrim Polri mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku sekaligus menemukan unsur pidana di unggahan @KoprofilJati tersebut.
Namun hingga kini belum ada informasi penangkapan Kharisma Jati, baik oleh polisi maupun yang melibatkan keluarga Iriana seperti yang dinarasikan video unggahan YouTube Skema Politik.
KESIMPULAN
Dengan demikian, video unggahan kanal YouTube Skema Politik tersebut bisa dikategorikan sebagai hoaks. Faktanya belum ada informasi kredibel tentang penangkapan paksa terduga penghina Iriana Jokowi.
CATATAN REDAKSI
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Iriana Jokowi dan Kahiyang Ayu Punya Sederet Tas Mewah Puluhan Juta, Perawatannya Mahal Juga?
-
CEK FAKTA: Gemetar, Sopir Ambulans Dengar Pesan Terakhir Brigadir J di Perjanalanan ke RS Polri, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Kabar Zakir Naik Pimpin Syahadat Penonton Piala Dunia 2022 Qatar Masuk Islam
-
Berniat Minta Maaf ke Pihak Iriana Jokowi, Kuasa Hukum Ungkap Kharisma Jati Ingin Rekonsiliasi
-
Menutup Diri, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Mental Kharisma Jati Usai Diduga Hina Ibu Negara
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123