Mantan wakil presiden Jusuf Kalla menyebut bahwa dirinya menjadi salah satu orang yang pertama kali meminta Jokowi hijrah politik dari Solo ke Jakarta.
"Yang bawa Pak Jokowi ke Jakarta kan saya, yang ajak secara persoanal kan saya yang saya uruskan ke Bu Mega kan saya," ungkap Jusuf Kalla dalam perbincangan bersama Rocky Gerung di RGTV.
"Waktu itu saya menganggap, waktu itu gubenur [Jakarta] Pak Fauzi Bowo, terus saya pikir orang yang perlu pengalaman dan dekat dengan rakyat, saya ketemu [Jokowi] di seminar PDIP di Semarang," imbuhnya.
Selesai seminar, JK berbicara dengan Sekjen PDIP kala itu yakni Tjahjo Kumolo dan menyatakan bahwa Jokowi cukup bagus sebagai wali kota.
Akhirnya Jokowi dipanggil oleh Jusuf Kalla dan Tjahjo Kumolo untuk berbincang lebih banyak.
"Eh Pak Wali, gimama kalau ke Jakarta," ajak Jusuf Kalla.
Mulanya Jokowi menolak kerena dia sendiri tidak mewakili partai. Megawati juga awalnya tak mengizinkan Jokowi dibawa ke Jakarta.
"Ibu Mega awalanya enggak mau, ya nanti kita survei, satu bulan kemudian Ibu Mega setuju," imbuhnya.
Menurut Jusuf Kalla, dia sendiri mengaku memiliki feeling tersendiri saat melihat Jokowi.
Baca Juga: Ditlantas Polda Sumbar Akan Segera Operasikan ETLE Handheld
"Saya punya feeling kesederhanaan dia, dikasih kan slide [presentasi] Kota Solo, saya lihat dia punya pengalaman mengelola Kota," kata Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla juga membandingkan Jokowi dengan Fauzi Bowo. Pada perbandingan itu, Jusuf Kalla melihat ada harapan di sosok Jokowi yang lebih melihat rakyat ketimbang Fauzi Bowo.
"Di situ lah ini Jokowi punya harapan, tapi keadaannya saat ini dilihat kok agak beda," ungkap Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla kemudian dibuat kaget dengan Jokowi yang langsung berminat mencalonkan diri sebagai presiden meskipun baru dua tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Baru setahun pak Jokowi, jadi Gubernur dua tahun, kan ditanya kok kenapa baru jadi wali kota, belum lima tahun jadi gubernur kok tiba-tiba jadi presiden, bahaya itu," kata Jusuf Kalla.
"Artinya pengalamannya kan belum cukup, karena itu lah pemikiran Bu Mega bilang harus didampingi dengan orang bepengalaman, dia objektif meski saya pernah kalahkan dia," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Pertama Kali Ketemu Jokowi di Seminar, JK Ngaku Ada Feeling: Bagus Juga Wali Kota Ini, Tapi Sekarang Agak..
-
Ahok Diduga Sindir Anies Baswedan Ahli Tata Kata, Jusuf Kalla: Pilih Mana, Pintar Bicara apa Pintar Marah?
-
Buka-bukaan Politisi PDIP Panda Nababan Bongkar Sifat Jokowi-Surya Paloh: Mereka Punya Bakat Membalas, Itu Ngeri!
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Mencekam! Travel Terjun ke Jurang 10 Meter di Sukabumi: Ibu dan Balita Menangis di Dasar Lembah
-
Cerita Pemudik di Arus Balik Lebaran, One Way dan Contraflow Bikin Arus Balik 2026 Lancar
-
Kini Diselingkuhi, Gosip Lawas Clara Shinta jadi Simpanan Kembali Diungkit
-
Pulihkan Ekonomi, Satgas PRR Fokus Benahi Tambak dan Keramba Terdampak
-
Perubahan Iklim Picu Turbulensi Pesawat, Ini Solusi Peneliti Terinspirasi dari Cara Terbang Burung
-
Misteri Jasad Tertelungkup di Warudoyong Terungkap
-
Sumowono, Desa Sayur Berdaya dan Inovatif yang Berkembang Bersama BRI
-
Jelang Final FIFA Series 2026, Pelatih Bulgaria Punya 3 Fakta Menarik!
-
IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara
-
Dari Kebun Sayur ke Inovasi Desa, Sumowono Melaju sebagai Desa BRILiaN