Belakangan muncul spekulasi soal batalnya deklarasi Koalisi Perubahan di 10 November 2022 lalu. Salah satu spekulasi yang muncul adalah tentang belum sepakatnya bohir atau oligarki.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum (waketum) Partai Galora Indonesia, Fahri Hamzah.
Mamang, biaya politik Indonesia memang dikenal mahal, tak heran politik sering kali disandingkan dengan oligarki atau sering kali disebut bohir.
Soal mundurnya deklarasi Koalisi Perubahan, Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lasmana menyebutkan bahwa ada dua hal yang bisa berpengaruh.
Pertama soal perebutan kursi calon wakil presiden (cawapres) oleh PKS dan Demokrat, kedua soal pembiayaan yang disebut Tjipta sebagai doku atau duit.
"Jadi ini masih ada chat and cheat soal cawapres, belum lagi soal modal untuk jadi presiden wakil prrsiden bahkan wali kota mustahil tanpa doku besar, jadi modalnya besar apalagi capres-cawapres, duit dari mana?" kata Tjipta Lesmana di Indonesia Lawyers Club.
"[Mereka] masih berkelahi di dalam itu, meperebutkan posisi cawapres PKS merasa teman baik Anies, AHY berpendapat lebih cocok jadi cawapres," imbuhnya.
Soal pendanaan, Tjipta Lesmana menyebutkan bahwa Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diduga memiliki logistik finansial untuk maju bersama Anies Baswedan.
"Yang kita dengan AHY sudah siap doku, asal kasih kursi wapres, akan mundur kalau tidak dapat [posisi wapres]," ujar Tjipta.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Drama Korea yang Punya Vibes Sama dengan 'Revenge of Others'
Sayangnya menurut Tjipta Lesmana, Anies kemungkinan lebih nyaman bergandengan dengan PKS ketimbang AHY, sehingga keputusan cawapres belum kunjung diumumkan.
"Kesan kuat saya Anies lebih senang kalau bergandeng dengan PKS, itu kesan kuat saya dari mana dari ya Pemilu 5 tahun lalu, jadi ada dua masalah masah wapres dan duit atau doku," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar