Pakar komunikasi politik Effendi Gazali menyoroti soal perbandingan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jokowi sebagai presiden.
Menurut Effendi, perbandingan yang pertama adalah Jokowi dilantik pada 20 Oktober 2019, tetapi tiba-tiba belum ada satu tahun sudah ada lembaga yang melakukan survei elektabilitas.
"Saya rasa dengan itu Jokowi boleh juga agak-agak kesel sedikit, karena itu dia nggak langsung menunjukkan siapa yang akan ditunjuk sebagai, dalam konteks, King Maker pada dirinya," ungkap Effendi dalam tayangan kanal YouTube tvOneNews.
Lalu perbandingan dengan SBY dinilai justru sebaliknya, atau presiden-presiden lain di dunia.
Effendi mengingatkan bahwa SBY pada saat itu menjabat sebagai ketua umum partai politik. Lantas, Jokowi menjadi lebih bebas karena tak terikat dengan partai dalam menunjuk King Maker.
"Pertanyaannya adalah kenapa pak SBY tidak melakukannya pada waktu itu, walaupun orang mengatakan akibatnya partainya jadi agak tertinggal," tutur Effendi.
Padahal, SBY dinilai bisa melakukan cawe-cawe pada masa ia menjabat sebagai presiden.
Namun yang perlu diingat adalah tak banyak orang yang melakukan tindakan demikian.
"Barangkali pembenaran pada minggu kemarin adalah ini belum di ujung, masih 2 tahun. Sehingga dengan demikian, ini penguatan untuk menuju Indonesia emas," ungkapnya.
Baca Juga: Survei: PDI Perjuangan Masih Menguasai Dukungan Pemilih di Jakarta
"Cuma muncul juga pertanyaan. Apakah ini sama-sama post power syndrome, yaitu post power syndrome dari presidennya, mudah-mudahan tidak, karena sudah mulai memberikan petunjuk-petunjuk rambut putih, berkerut, jatah siapa," lanjutnya.
Akan tetapi, Effendi khawatir adalah post power syndrome dari relawan itu sendiri.
Dugaan itu muncul karena adanya teriakan Jokowi 3 periode kembali digaungkan.
Effendi pun menyebut ada dua pertanyaan yang muncul. Pertama, siapakah sosok yang diberikan sinyal oleh Jokowi. Kedua, sesudah Jokowi apakah relawan masih bersama-sama dengan calon presiden yang baru.
Sehubungan dengan teriakan Jokowi 3 periode, KP Norman selaku relawan Jokowi mengaku tidak masalah dan sah-sah saja.
KP Norman bahkan menyebut teriakan relawan tersebut lebih banyak lebih bagus, meski tidak semua relawan menggaungkan teriakan itu.
Berita Terkait
-
Demokrat Kritik Acara di GBK: Lebih Baik Uang Buat Mobilisasi Relawan Dipakai Buat Bantu Korban Bencana Cianjur
-
Pasca Pidato Jokowi di GBK, Ganjar Pranowo Diteriaki 'Presiden Rambut Putih' di Rapimwil PPP Jateng
-
Menerka Sosok 'Rambut Putih', Relawan Beberkan Arah Sinyal Pilihan Jokowi soal Capres 2024
-
Menteri PUPR Buka Jasa 'Basuki Moto', Netizen Singgung Sosok Pemimpin Rambut Putih: Yang Disebut Pak Jokowi
-
Sebut Relawan Kerdilkan Prestasi Jokowi, Sekjen PDIP: Ring Satu Presiden Jangan Bersikap Asal Bapak Senang!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Mediterranean Muse: Saat Tas Travel Bertransformasi Menjadi Fashion Statement
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang