/
Senin, 28 November 2022 | 15:59 WIB
Ketua BP2MI Benny Rhamdani mengaku di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap tempur lawan penyerang pemerintah. ((Tangkapan layar))

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani turut menjadi sorotan publik usai penyelenggaraan Silaturahmi Akbar Relawan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (26/11/2022).

Pasalnya beredar video di mana Benny mengaku siap tempur melawan pihak-pihak yang dianggap menjadi lawan Presiden Joko Widodo. Video itu diduga diambil di sela-sela pelaksanaan silaturahmi akbar para relawan.

"Kita gemes Pak ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak. Kalau Bapak nggak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka, maka penegakan hukum yang harus..," ujar Benny dalam video viral tersebut.

Pernyataan Benny seketika menuai kontroversi, bahkan memicu kemarahan PDI Perjuangan agar Jokowi segera meninggalkan relawan seperti sang Kepala BP2MI.

Di tengah huru-hara tersebut, tokoh NU Gus Umar ikut buka suara. Pemilik nama lengkap Umar Hasibuan itu mengaku sudah ditelepon oleh Benny yang langsung mengklarifikasi pernyataannya.

Dilihat Suara Manado di akun Twitter-nya, @umarhasibuan757, Benny rupanya mengaku tidak bermaksud untuk membenturkan masyarakat. Justru saat itu Benny sedang membahas keberlanjutan proses hukum untuk para penghina Jokowi.

"Barusan saya di telepon bang Benny Rhamdani. Dia cerita gak ada maksud mau benturkan masyarakat," cuit Gus Umar sembari memperlihatkan tangkapan layar riwayat teleponnya dengan Benny.

"Dia hanya ingin supaya proses hukum tetap berjalan bagi yang hina Jokowi. Gitu ges," sambung Gus Umar, dikutip pada Senin (28/11/2022).

Di sisi lain, Benny rupanya juga telah membuat klarifikasi mengenai pernyataan kontroversialnya tersebut. Kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Benny mengklaim pernyataannya sebagai dorongan ke penegak hukum.

Baca Juga: Meski Indisipliner, Analis Melihat PDIP Tak Bakal Berani Panggil Jokowi Gegara Hobi Endorse Capres

"Ya, itu hanya sebagai gambaran ilustrasi bahwa, pertama, kalau penegakan hukum tidak jalan ke gemesan dan kemarahan kita itu kan bisa dilakukan dengan cara tadi, masa kita tidak bisa di turun ke jalan? Itu hanya pesan saja tapi yang kita dorong kuncinya penegakkan hukum," kata Benny di Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Saat itu, menurut Benny, Jokowi cuma meminta semua pihak untuk bersabar kendati para relawannya kelewat gemas dengan lambatnya penegakan hukum. Karena itulah Benny dan relawan lain menurut untuk ikut bersabar.

"Kita hanya ingin memberi pesan saja, bahwa itu bisa kita lakukan, ya untung kesabaran kita dilatih di didik dengan kesabaran presiden, yang mengatakan jangan dan sabar jangan melakukan hal-hal seperti apa yang mereka lakukan terhadap kita," bebernya.

Load More