Di ujung masa jabatannya, Jokowi dinilai malah sibuk mempromosikan calon presiden favoritnya. Hal tersebut dianggap tidak penting oleh sebagian orang.
Penasehat Wakil Presiden RI 2009-2014 bidang Telaah Strategi Abdillah Toha salah satunya yang merasakan gejolak sikap Jokowi belakangan ini.
Daripada melakukan hal yang kurang penting, mantan anggota DPR RI Daerah pemilihan Banten 2, periode 2004-2009 asal PAN ini mendorong, agar Presiden Jokowi lebih baik kembali bekerja untuk negara.
“Sayang sekali presiden kita. Di ujung masa jabatannya, bukannya menuntaskan masalah penting penegakan hukum yang morat marit, tapi malah makin banyak berpolitik memasarkan calon favoritnya sebagai presiden 2024,” cuitnya di akun Twitter @AT_AbdillahToha dikutip pada Selasa, (29/11/2022).
Ditambah lagi, kehadiran Jokowi di tengah masyarakat dengan membicarakan sosok capres, seolah-olah Jokowi sedang menjegal lawan politik yang lain.
“Legacynya sebagai negarawan makin merosot,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi berulang kali lakukan 'endorse' bakal calon presiden 2024 di beberapa kali kesempatan, baik secara implisit maupun eksplisit. Terakhir, Jokowi kembali membuat heboh publik lewat pernyataanya soal ciri pemimpin yang memikir rakyat. Sosok tersebut diduga kuat mengarah kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Ray Angkuti menyebut bahwa presiden pun memiliki hak untuk melakukan kampanye, namun ada tata cara tersendiri yang diatur oleh Undang-Undang dan secara etik.
Sehubungan dengan sikap endorse Jokowi tersebut, Ray Angkuti menilai bahwa Jokowi terlalu vulgar.
Baca Juga: Tablet Huawei MatePad 11 Versi 6/64GB Dirilis ke Indonesia
"Jadi kalau kita berbicara sekarang dengan seringnya pak Jokowi mengendorse nama-nama orang, saya pikir terlalu banyak dan terlalu vulgar," ungkap Ray Angkuti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Senin (28/11/2022).
"Sebetulnya secara etik sudah tidak tepat lagi apa yang dilakukan oleh pak Jokowi itu," sambungnya.
Menurutnya, Jokowi ingin segala hal yang telah dicapai olehnya selama dua periode itu tidak ingin hilang begitu saja pada Pilpres 2024 mendatang.
"Karena ada kandidat yang dipersepsikan akan mengoreksi banyak sekali kebijakan-kebijakannya yang sudah dilakukan oleh pak Jokowi," jelas Ray Angkuti.
Tag
Berita Terkait
-
Ramai Tafsir Pesan Jokowi Soal Pemimpin Rambut Putih, Memangnya Zodiak Cancer Suka Kode-kodean?
-
Soal Pemimpin Rambut Putih Presiden Jokowi, Sujiwo Tejo: Ganjar Pranowo Cocok Sebagai Penerus
-
Tingkah Jokowi Bak Ketum Partai Singgung Megawati? Pengamat: Perlu Belajar ke SBY
-
Terkuak! Ganjar Pranowo Ganti Warna Rambut Jadi Putih, Ternyata Karena Tidak Enak Sama...
-
Ganjar Tak Direstui Jadi Capres 2024 oleh Megawati Bikin Kader PDIP Mundur Massal, Benarkah?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir
-
Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia