Metro, suara.com- Klinik Santa Maria, Kota Metro bisa disebut sebagai "saksi bisu" perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan di Lampung.
Kandungan sejarah klinik (kini rumah sakit bersalin) itu tidak lepas dari nilai-nilai universal; kemanusiaan. Diorama berupa infografis terbentang di ruang sayap kanan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Santa Maria.
Infografis itu merunutkan perjalanan panjang awal mula berdirinya Santa Maria pada masa kolonial Belanda.
Ruangan tersebut kini dialihfungsikan menjadi museum mini tentang sejarah Santa Maria dan penyebaran agama Katolik di Kota Metro.
Sejumlah alat kesehatan seperti insulin kuno yang berukuran besar, stetoskop, inkubator bayi dan alat persalinan masih terawat. Dari hasil telaah dan penelitian terhadap arsip dan dokumen Santa Maria, memiliki nilai tersirat yang maknanya lebih luas dibanding misi penyebaran agama khas bangsa Eropa pada masa penjajahan. Nilai itu kini populer disebut kemanusiaan, keberagaman dan toleransi.
Guide Metro Walking Tour dan Sejarahwan Kota Metro, Adi Setiawan mengungkapkan, berkembangnya agama Katolik di Kota Metro ini berkelindan dengan tingkat kesehatan warga kota. Kala itu warga kota merupakan kolonis yang didatangkan Pemerintahan Belanda dari Pulau Jawa.
"Klinik Santa Maria ini pertama kali berdiri bernama Saint Elisabeth yang dibangun oleh pemerintahan Belanda untuk para kolonis dari Pulau Jawa," kata Adi usai peresmian Museum Mini Santa Maria, Sabtu (12/2/2022).
Ketika itu pula, wilayah Kota Metro yang awalnya hutan belantara terserang wabah malaria. Saat itu sebenarnya sudah ada gereja yang dibangun oleh pemerintahan Belanda untuk misi penyebaran agama.
Namun, karena kondisi kesehatan masyarakat yang buruk membuat para suster ikut membantu perawatan pasien
"Seiring berjalannya waktu, makin banyak pasien, terutama para kolonis (transmigran), terutama saat itu wabah malaria," kata Adi.
Wali Kota Metro, Wahdi mengatakan, Santa Maria adalah bukti bagaimana toleransi dan kemanusiaan berdiri di atas segala nilai, yang ketika itu adalah misi penyebaran agama Katolik.
"Ini adalah bukti identitas Kota Metro, bukti sejarah Kota Metro menjunjung toleransi dan keberagaman," kata Wahdi.
Purna
Berita Terkait
-
Menteri Wihaji Apresiasi PSN dan Program KB di Kota Metro pada Puncak Hari Kontrasepsi Sedunia
-
Pemkot Metro Kembali Raih Penghargaan KLA Predikat Nindya, Berkomitmen Lindungi Hak Anak
-
Kota Metro Gelar Festival Pancasila dan PKD untuk Wujudkan Kota yang Berbudaya
-
Nilai Sakip Meningkat, Bukti Pemerintah Kota Metro Komitmen Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja
-
Masuk 8 Besar, Layanan Perizinan Berusaha di Kota Metro Terus Bergerak Maju
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Bye Komedo hingga Bruntusan! Ini 4 Clay Mask Kandungan Glycolic Acid
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen
-
Menemukan Ketenangan dalam Islam Usai Pensiun, Cerita Bek Nyentrik Abel Xavier yang Mualaf
-
532 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, KAI Daop 1 Ingatkan Sisa Kursi Menipis
-
Bongkar Sindikat SMS Blast e-Tilang Palsu, Bareskrim: Dikendalikan WN China
-
Ikhlas yang Sunyi
-
PDIP Soroti "Rasa Keadilan" Dunia Pendidikan: Pegawai MBG Jadi PPPK, Guru-Dosen Masih Terabaikan
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!
-
Hantam Jalan Berlubang di Tanjung Priok, Pengendara Motor Tewas Terserempet Truk