Bangunan Menara Masjid Taqwa Kota Metro merupakan salah satu bangunan yang menjadi satu kesatuan dengan Masjid Taqwa Kota Metro. Bangunan Menara Masjid Taqwa Kota Metro didirikan bersamaan dengan bangunan masjid.
Rancang bangun pembangunan masjid sebagai tempat ibadah umat Islam di Kota Metro sendiri sebenarnya telah direncakan sejak era kolonisasi. Hal ini terungkap melalui denah bangunan yang telah digambar oleh Pemerintah Hindia Belanda berkaitan dengan akan dibangunnya pusat daerah Kolonisasi Sukadana. Adapun lokasi yang disediakan untuk pembangunan masjid berada dalam satu kawasan atau satu komplek dengan lokasi rumah inspektur dan calon inspektur, dokter pemerintah, rumah sakit pemerintah, Kantor Administrasi Nasional dan Kantor Pengelolaan Air, sekolahan, pembangunan barak, pusat pertokoan (pasar), penggadaian, kantor pos dan kantor Volkscredietbank, (De Indische Mercuur, 1939, 165; Algemeen Handelsblad Van Woensdag, 1939, 9).
Dalam rancang bangun Metro sebagai pusat daerah Kolonisasi Sukadana, masjid yang menjadi sarana penting untuk beribadah bagi pemeluknya mendapatkan perhatian dari pemerintah Hindia Belanda. Hal tersebut terungkap pada denah pembangunan yang telah direncanakan. Adapun lokasi yang disediakan untuk pembangunan masjid berada dalam satu kawasan atau satu komplek dengan lokasi rumah inspektur dan calon inspektur, dokter pemerintah, rumah sakit pemerintah, Kantor Administrasi Nasional dan Kantor Pengelolaan Air, sekolahan, pembangunan barak, pusat pertokoan (pasar), penggadaian, kantor pos dan kantor Volkscredietbank, (De Indische Mercuur, 1939, 165; Algemeen Handelsblad Van Woensdag, 1939, 9).
Masjid Taqwa Metro sendiri berlokasi tepat berada di jantung kota. Di sekitaran masjid terdapat pusat pemerintahan (kantor walikota); ada alun-alun atau lapangan merdeka; ada kantor pos dan kantor polisi; ada pusat perbelanjaan atau pasar; ada rumah dinas walikota dan wakilnya; dan ada beberapa pohon beringin besar. Keberadaan pembangunan masjid menjadi penanda penting dari pusat aktivitas pemerintahan sekaligus sebagai salah satu komponen dari pola tata ruang pusat kota Jawa yang menganut konsep catur gatra tunggal, dimana unsur politik saling berasosiasi dengan ketiga unsur lain (ekonomi, sosial, dan religius) sebagai bagian penting dari pusat kota.
Masjid tertua yang ada di Kota Metro ini memiliki nilai-nilai sejarah dan keunikan-keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan masjid-masjid lain yang ada di kota setempat. Menurut Buya Zakaria Ahmad (wawancara, 2021), masjid taqwa dibangun dengan sistem swadaya murni dari masyarakat. Menurut cerita orang-orang tua kala itu masyarakat ikhlas tanpa pamrih, guyup rukun bergotong royong membangun masjid. Ada yang punya kayu, nyumbang kayu; ada yang punya batu bata, nyumbang batu bata dan lain-lain. Bayangkan, masjid yang sebesar itu, di tahun 1967-an hanya dibangun dalam kurun waktu dua tahun saja. Kira-kira 21 Juli 1967 masjid itu mulai dibangun dan dinyatakan selesai sekitar 23 Mei 1969, yang langsung di resmikan oleh Menteri Agama saat itu, yakni KH. A. Dahlan.
Salah satu bagian penting dari mesjid adalah menara mesjid. Gaya menara mesjid ialah ketinggiannya, puncaknya, teknologi dan seni hias bangunannya. Berkaitan dengan hal ini, Masjid Taqwa Kota Metro hanya memiliki satu menara yang terletak di sisi kanan bagian depan masjid. Ketinggian secara keseluruhan dari Menara Masjid Taqwa Kota Metro di perkirakan mencapai 35 m. Bangunan menara Masjid Taqwa Kota Metro memiliki badan berbentuk selinder dan berongga dibagian dalamnya. Pada bagian fasad, badan menara terdapat ventilasi atau lubang angin setinggi ± 60 cm dan elemen ini terbuat dari semen cetak yang berukuran ± 15 x 15 cm. Sehingga, jumlah ventilasi secara keseluruhan diperkirakan sebanyak 21 lubang angin.
Di bagian pangkal menara terdapat sebuah pintu yang terbuat dari plat besi yang berukuran 2 m x 70 cm. Di bagian antara badan dan atap menara terdapat space ruang terbuka yang disangga oleh pilar-pilar kecil berjumlah 9 buah. Space ruangan terbuka digunakan untuk meletakkan bebara pengeras suara (TOA). Sementara itu, pada bagian atap menara berbentuk lingkaran agak cembung dan pipih setebal ± 15 cm dengan diameter sekitar 2,6 m²; jari-jari 1,3 m2. Material atap menara yang berbentuk lingkaran ini terbuat dari semen dan plat baja yang sama persis dengan material untuk membuat kubah masjid. Di atas lingkaran (atap) terdapat simbol atau lambang bulan dan bintang yang juga terbuat dari plat baja. Pada bagian dalam Menara Masjid Taqwa Kota Metro berbentuk rongga-rongga, dan tinggi setiap rongga ± 2 m. Untuk menghubungkan antara satu rongga dengan rongga yang lainnya menggunakan tangga yang terbuat dari besi.
Saat ini Menara Masjid Taqwa Kota Metro menjadi bangunan yang tersisa dari masjid utama yang telah direnovasi pada tahun 2013. Pondasi bangunan Menara Masjid Taqwa Kota Metro tidak tampak di permukaan tanah, sehingga menara mulai terlihat silinder sejak dari pangkalnya. Bangunan menara ini terbuat dari batu bata, batu belah, besi, pasir dan semen. Identifikasi ini juga dapat mudah diobservasi dari bangunan yang masih kokoh berdiri yang mencitrakan bentuk awal bangunan Menara Masjid Taqwa Kota Metro sampai sekarang ini.
Bangunan Menara Masjid Taqwa Kota Metro yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2021 lalu juga merupakan simbol pusat peradaban Islam di Metro. Keberadaannya juga dapat menjadi penjaga memori kolektif masa lampau berkenaan dengan sejarah wilayah dan menguatkan identitas masyarakat dan identitas budaya Metro sebagai generasi penerus dari para kolonis yang menempati wilayah Metro.
Ahmad Muzakki, Dosen IAIN Metro dan Anggota TACB Metro
Tag
Berita Terkait
-
Masjid Raya Baiturrahman Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional
-
Diguyur Hujan, Dinding Penahan Candi Dorok Era Majapahit Runtuh
-
Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya
-
Ironi Cagar Budaya Indonesia: Kaya Warisan, Miskin Dukungan Modal
-
Benteng Pendem Ambarawa Hadir Kembali dengan Wajah Baru
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Imsak Palembang 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Sampah Botol Plastik Kini Bisa Ditukar Uang
-
Dedi Mulyadi Cairkan Kompensasi untuk Ribuan Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor
-
7 Fakta Kunci Dashrun Bogor: Dari Ajang Adu Kecepatan Hingga Solusi Ampuh Cegah Tawuran
-
Imsak Bandar Lampung 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Bikin Bangga! Atlet SEA Games Turun Gunung Ramaikan Dashrun Malam Minggu di Pakansari
-
Imsak Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salatnya
-
Pindahkan Balap Lari ke Pakansari, Kapolres Bogor: Biar Aman dan Gak Ganggu Jalan Raya
-
Jelang Lebaran, Banyak Warga Jual Emas untuk Mudik dan THR, Begini Harga Emas Hari Ini
-
THR Baru Cair Sudah Habis? Ternyata Ini Jebakan Promo Paylater yang Banyak Orang Tak Sadar