Metro, Suara.com- Pemerintah Kota Metro menggandeng Cocacola, BNI 46, Mahija, Amandina, Mahkota dan Sahabat Gajah yang membantu Kota Metro untuk mengelola sampahnya lebih baik. Hal tersebut terungkap dalam penandatangan komitmen bersama pengurangan sampah di Kota Metro, di Bumi Perkemahan Sumbersari Bantul, Selasa (07/06/2022).
Wahdi berharap semjua pihak dapat bergandengan tangan, bahu membahu dan bergerak sinergis untuk mewujudkan Kota Bersih Berkelanjutan.
"Terima kasih pula kepada para pelaku dan penggerak Bank Sampah di Kota Metro yang secara tidak langsung membantu memperpanjang usia pakai TPAS dengan mengurangi sampah yang masuk ke TPAS. Tentunya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam hal ini. Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat mutlak diperlukan,"ujar Wahdi.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Irianto Marhasan mengatakan akan mulai kembali menggaungkan dan menggelorakan semangat serta gerakan bersama pilah sampah dari rumah, menabung sampah ke Bank Sampah, kurangi sampah masuk TPAS, dan jadikan sampah sebagai berkah bukan masalah,” ajaknya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Staf Ahli Walikota Bidang II, Asisten ll Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala OPD, Ketua TP PKK Kota Metro, TP2ID, Direktur Pengelolaan Sampah Kemen LHK, Direktur PACS Cocacola, Ketua CSR Forum Lampung, Kepala LPPM Itera dan Anggota Dewan Redaksi Media Group, BNI 46, Mahija Amandina, Mahkota dan Sahabat Gajah.
Berita Terkait
-
Belanja Tanpa Plastik: Seberapa Efektif Tas Reusable Kurangi Sampah?
-
TPA Terancam Penuh 2028, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Sampah Indonesia?
-
Mungkinkah Mewujudkan Ramadan Tanpa Plastik?
-
Ketika Sampah Plastik Bisa Jadi 'Tabungan' yang Ramah Lingkungan
-
Jakarta Juara Sampah Plastik, Tapi Morowali Tertinggi Per Kapita Imbas Ledakan Industri Nikel
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Gaya Sederhana Bupati Bulungan dan Istri Belanja di Pasar, Kontras dengan Gubernur Kaltim
-
Silaturahmi Ramadan BRI: Aset Tembus Rp2.135 Triliun, Dukungan Jurnalisme Rp250 Juta
-
The Price of Pleasure: Saat Misi Pencarian Berubah Menjadi Perjalanan Hati
-
Adu Irit Suzuki Fronx vs Daihatsu Rocky, Persiapan Buat Lebaran 2026
-
Idul Fitri 2026 Berapa Hijriah? Ini Prediksi 1 Syawal dan Libur Lebaran
-
APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar
-
BRI Gelar Silaturahmi Ramadan, Bahas Outlook Ekonomi dan Laba Rp57,1 Triliun
-
Waspada! Modus Kurir Online Ajak 'Cari Teman', Siswi SD di Palembang Jadi Korban
-
Dear Fadia Arafiq, Ini 9 Prinsip Good Governance yang Penting Dipahami Kepala Daerah
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi