Metro, Suara.com- Ada banyak cara untuk berbagi, salah satunya dilakukan oleh para hakim perempuan lewat kegiatan yang diberi nama Hakim Mengajar.
Adalah Septia Putri Riko seorang hakim yang mencoba mengajak rekan-rekannya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, Menurutnya profesi seorang Hakim merupakan sebuah profesi yang banyak disegani bahkan ditakuti oleh masyarakat, mengingat pekerjaannya sehari-hari adalah memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sebuah perkara.
Bersama para Hakim perempuan yang tersebar di berbagai kota ini untuk memberikan perhatian lewat berbagi waktu dan pengetahuan sekaligus mendekatkan diri ke masyarakat untuk berbagi ilmu yang dimilikinya khususnya kepada anak-anak tidak mampu.
“Program Hakim Mengajar ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai Hakim perempuan terhadap pendidikan anak-anak tidak mampu di lingkungan sekitar kami masing-masing,jelasnya,.
Menurutnya Hingga saat ini ada enam orang hakim yang tergabung dengan program yakni Septia Putri Riko (Jakarta), Rizki Ananda (Banda Aceh), Aryani Widhiastuti (Kota Batam), Aini Sahara (Kupang), Anissa Yanuartanti (Palu), dan Maryam Nur Hidayati (Palangka Raya).
Masing-masing Hakim telah secara aktif dan serentak terjun ke masyarakat untuk berbagi ilmu yang dimiliki, mulai dari mengajar baca tulis, matematika, Bahasa Inggris, hingga pendidikan karakter dengan target peserta didik yang bermacam-macam.
Septia mengajar di TPA Al Hidayah tempat mengaji anak-anak tetangga rumahnya, Maryam Nur Hidayati yang mengajar anak-anak yang berdomisili di sekitar Rumah Dinas Hakim yang ditempatinya. Anissa Yanuartanti yang memberikan pelajaran tambahan di sebuah Taman Pendidikan Al-Quran di dekat lokasi kantornya, Aryani Widhiastuti yang mengajar anak-anak di kawasan ruli (rumah liar) Kota Batam, Rizki Ananda yang mengajar siswa tidak mampu di SDIK Imam An-Nawawi Banda Aceh, dan Aini Sahara yang mengajar di sekitar tempat tinggalnya di Kota Kupang.
Aryani Widhiastuti, seorang Hakim dari Pengadilan Tata Usaha Negara Tanjung Pinang mengaku bersyukur dapat bergabung dengan program ini. “
“Awalnya saya diajak Bu Septia untuk ikut program ini, inti dari proram ini kan untuk mengajar anak-anak dari kalangan kurang mampu yang ada di sekitar kita, ngajar apa saja sesuai kemampuan masing-masing. Saya sempat kesulitan di awal program untuk mencari peserta didik dan apa yang akan saya ajarkan. Namun setelah saya terjun langsung ke kawasan ruli (rumah liar) di Kota Batam, saya akhirnya menemukan target didik yaitu anak-anak yang juga bekerja sebagai penjual koran, dan oleh karena mereka masih kesulitan baca tulis hitung, maka saya ajarkan kepada mereka seputar membaca, menulis, dan menghitung,”tutur Aryani.
Demikian juga dengan Maryam Nur Hidayati yang merupakan seorang Hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara Palangka Raya tidak mengalami kesulitan dalam menemukan peserta didik untuk proram ini, mengingat Maryam mencari peserta didik di sekitar rumah dinas yang ditempatinya dan justru terkejut saat hari pertama mengajar.
“Target awal saya hanya 4-5 anak yang akan saya ajar. Tapi begitu hari H, yang datang ke rumah sampai 11 anak, itu pun janjiannya jam 1 siang tapi mereka jam 12 siang sudah sampai di rumah saya,”ungkapnya,
Maryam juga menjadikan Rumah Dinas yang ditempatinya sebagai tempat belajar untuk anak-anak didiknya.
Lewat kegiatan belajar mengajar yang belangsung 1 hingga 2 kali per pekan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya memberikan tambahan pengetahuan ilmu bagi para peserta didik.
Septia berharap keberlangsungan program ini dapat memberikan inisiatif bagi para hakim lain untuk dapat bergerak dan bermanfaat bagi lingkungan di sekitar masing-masing lewat berbagai bentuk.
“Saya merasakan semangat para hakim yang menjadi relawan di program ini dan semoga juga dapat mengantarkan semangat belajar kepada anak-anak yang menjadi peserta didik. Semoga juga, keenam Hakim ini dapat memberikan inspirasi yang baik bagi hakim-hakim lain agar kedepannya ada lebih banyak hakim yang bergabung dalam program ini,"pungkas Septia.
Tag
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Stok BBM Nasional Disebut Hanya 20 Hari, Pertamina Pastikan Pasokan di DIY Aman Jelang Lebaran
-
Ahmad Dhani Bocorkan Jadwal Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju: Bulan April
-
Tabungan Tipis, Anxiety Berlapis: Realitas Kecemasan Finansial Generasi Muda
-
Satgas Saber Pangan Awasi Gudang Distributor di Sulsel
-
Mudik Gratis TelkomGroup 2026 Dibuka, Ini 7 Fakta Penting Rute, Kuota, dan Cara Daftarnya
-
Gagal Salip Bus dari Kiri, Pemotor Tewas Hantam Separator Jalur TransJakarta Kampung Melayu
-
Manajemen Persib Bandung Tegaskan Menolak Segala Bentuk Rasisme
-
Komnas Perempuan: Penganiayaan Mahasiswi UIN Suska Riau Termasuk Femisida
-
Alasan Semen Padang FC Pecat Dejan Antonic, Buntut Kabau Sirah Gagal Kalahkan PSIM di Laga Kandang?
-
Daftar Lokasi ATM Mandiri dan BNI Pecahan Rp20 Ribu di Jabodetabek Buat THR Lebaran