Bisnis / Makro
Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20 WIB
Pedagang tahu sedang menjajakan barang dagangannya di Pasar Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. [ANTARA/Walda]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski terdapat persoalan nilai tukar rupiah.
  • Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter di Jakarta bertujuan memperkuat ekonomi serta memulihkan kembali kepercayaan pasar terhadap rupiah.
  • Stabilitas rupiah diharapkan dapat menekan biaya produksi pelaku usaha kecil dan menjaga daya beli masyarakat Indonesia.

Suara.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan kondisi fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat masih terjalin kuat di tengah persoalan nilai tukar rupiah.

Dia berharap, sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter bisa memperkuat dampak kebijakan terhadap perekonomian sekaligus mengembalikan kepercayaan pasar terhadap aset-aset domestik.

"Kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan pendanaan pasar ke nilai rupiah sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan," kata Purbaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026).

Lebih lanjut, dia menyoroti dampak pelemahan rupiah terhadap masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Purbaya berharap upaya yang dilakukan untuk menjaga stabilitas Rupiah bisa memberi dampak signifikan kepada masyarakat.

“Kan saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor, yang jelas itu kan menaikkan cost of production mereka,” ujar Purbaya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi. [Suara.com/Dicky Prastya]

“Dengan nanti kebijakan yang lebih bagus, itu akan kita akan melihat Rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi beban hidupnya, tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan,” tambah dia.

Menurutnya, stabilitas rupiah penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah kenaikan biaya produksi bagi pelaku usaha maupun rumah tangga.

"Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter akan baik bagi ekonomi di level makro dan mikro ke depannya," tandasnya.

Baca Juga: Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Load More