Metro, Suara.com- Mendag Zulkifli Hasan meluncurkan program ‘Masyarakat Melek Metrologi’ (Program 3M) guna mempromosikan metrologi dan menumbuhkembangkan budaya tertib ukur kepada masyarakat.
Lewat Gerakan 3M diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap ukuran, takaran, dan timbangan, khususnya dalam transaksi perdagangan
“Kemendag juga ingin memasyarakatkan dan menyosialisasikan metrologi. Timbangan dan meteran harus ditera, kalau tidak sesuai dengan ukuran pelaku usaha bisa dihukum,”ujar Zulkifli Hasan.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan melakukan survei pemahaman masyarakat terhadap metrologi legal di 514 kabupaten dan kota pada 34 provinsi di Indonesia pada 2021. Tujuannya, untuk melihat kondisi pemahaman, sikap, keterampilan dan perilaku masyarakat di bidang metrologi legal. Hasilnya, tingkat pengetahuan masyarakat tentang metrologi masih berada pada level sebatas mengetahui, belum mengerti, dan peduli terhadap ukuran, takaran, serta timbangan pada saat melakukan transaksi perdagangan.
Gerakan 3M meliputi beberapa kegiatan, antara lain penyediaan timbangan ukur ulang di pasar rakyat; pemasangan spanduk/banner/stiker terkait metrologi dan tertib ukur di setiap pasar dan SPBU, pembentukan juru ukur, takar, dan timbang yang berasal dari para pengelola pasar untuk membantu memantau kondisi alat ukur yang digunakan di pasar dan membantu mengelola timbangan ukur ulang; edukasi dan promosi metrologi melalui media sosial; edukasi dan sosialisasi di bidang metrologi legal kepada anak-anak sekolah tingkat SD, SMP dan SMA.
Terkait sosialisasi metrologi legal di tingkat mahasiswa, dilakukan melalui program praktisi mengajar dengan menjadikan metrologi sebagai salah satu mata kuliah pengayaan; edukasi kepada para pelaku usaha UMKM, khususnya produsen dan pengemas barang dalam keadaan terbungkus; serta sosialisasi metrologi dengan melibatkan komunitas masyarakat seperti ibu-ibu PKK, santri dan ulama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Direkrut Barcelona dan Bela Timnas
-
PSIR Rembang Didiskualifikasi dari Liga 4 Jateng, Didenda Rp45 Juta dan Banjir Sanksi Lainnya
-
Bukan Sekadar Kumpulan Single, HIMM Sajikan Narasi Emosional Lewat Album 'Selamanya'
-
Israr Megantara Ingin Main di Luar Negeri, Klub Spanyol Burela FS Berminat
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Eks Pelatih Juventus Resmi Tangani Tottenham, Debut Langsung Lawan Arsenal
-
Misteri Patung Garam: Novel Lokal dengan Misteri yang Unik dan Menegangkan
-
Leon Goretzka Semringah Bisa Cetak Gol Lagi untuk Bayern Munich
-
Panas! Pep Guardiola Kirim Psywar ke Mikel Arteta, Jangan Terlalu Santai
-
John Herdman Sebut Harapan Besar Fans Timnas Indonesia Bisa Jadi Berkah Sekaligus Kutukan Mengerikan