Metro, Suara.com- Pelestarian naskah kuno sebagai hasil pemikiran para leluhur dalam membangun peradaban bangsa dapat membantu masyarakat memahami rekam jejak budaya bangsa yang berisikan ragam budaya bernilai tinggi dan kejayaan masa lampau.
hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, saat memberikan sambutan pada kegiatan Ekspose Pelestarian Naskah Kuno Nusantara Tahun 2022 yang diselenggarakan secara hibrida, Senin (19/9/2022).
“Pengetahuan yang terkandung di dalam naskah kuno sangat penting dan dapat dipakai untuk memenangkan kehidupan,” ucapnya.
Syarif Bando juga mengatakan sebagai institusi peradaban yang menjadi simbol negara Republik Indonesia, perpustakaan mengemban tugas untuk menjelaskan kepada dunia tentang ragam ajaran mengenai tatanan sosial kehidupan masyarakat pada masa lampau.
“Tugas utama kita adalah bagaimana mengangkat nilai-nilai wisdom yang ada di dalam manuskrip,” jelasnya.
Perpusnas sendiri telah membuat buku Pedoman/NSPK/Petunjuk Teknis tentang pelestarian naskah kuno yang dapat diakses pada laman Pusat Preservasi Bahan Pustaka Perpusnas. Buku-buku tersebut dapat diterapkan atau diaplikasikan oleh semua penyelenggara perpustakaan di daerah.
“Sehingga bagaimana cara melakukan pelestarian sudah bisa dilihat di sini. Selain buku, kita juga buatkan tutorial dalam bentuk video misalnya proses laminasi, menambal buku dan sebagainya,” ungkapnya.
Kegiatan Ekspose Pelestarian Naskah Kuno Nusantara Tahun 2022 merupakan salah satu upaya yang dilakukan Perpusnas dalam menyadarkan kita semua akan keberadaan naskah kuno sebagai dokumen sejarah peradaban bangsa Indonesia.
Adapun hasil pencapaian pelestarian naskah kuno yang telah dilakukan Perpusnas berjumlah 5.261 naskah daerah, terhitung tahun 2007 hingga 2022. Sementara untuk pelestarian informasi (isi) karya rekam antara lain kurasi digital sebanyak 1.000 judul, replikasi koleksi CD deposit sebanyak 1.000 keping, konversi dari format SWF ke Pdf sebanyak 2.001 keping, konversi dari microfilm ke digital sebanyak 793 roll, dan konversi alih media audio sebanyak 3.657 kaset.
Baca Juga: Balai Litbang Keagamaan Semarang Luncurkan Repositori Warisan Naskah Nusantara
Kegiatan alih aksara dan alih bahasa naskah kuno dari tahun 1993 hingga 2021 terdiri dari alih aksara 188 naskah, alih bahasa 146 naskah, saduran 30 naskah, kajian 45 naskah, dan salin ulang 7 naskah.
Hasil pelestarian naskah kuno di Perpusnas total berjumlah 8.634 naskah, meliputi alih media naskah kuno (manuskrip) ke bentuk digital ada 3.886, konservasi preventif dengan kotak manuskrip ada 4.200, konservatif kuratif naskah kertas ada 273, dan konservatif kuratif naskah lontar ada 275.
Sementara itu Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Amich Alhumami di kesempatan yang sama juga berpendapat bahwa naskah kuno adalah bagian dari artefak pengetahuan yang terhimpun dalam dokumen kebudayaan. Dengan kata lain, naskah kuno adalah cerminan dari pencapaian tinggi karya kognitif sebuah bangsa.
“Himpunan naskah kuno itu mengandung ilmu pengetahuan yang sangat kaya dan sangat valid jika dikatakan bahwa sesungguhnya ini adalah bagian dari capaian pengetahuan tinggi sebuah bangsa,” kata Amich.
Dia juga menegaskan naskah kuno memiliki porsi yang sama pentingnya dengan isu pembangunan lain. Hal tersebut dikarenakan naskah kuno menjadi bagian yang sangat sentral dalam cakupan pembangunan kebudayaan.
Di sisi lain, Guru Besar Filolog FAH UIN Jakarta, Oman Fathurahman menjelaskan ekosistem dunia pernaskahan nusantara terdiri dari 7 (tujuh) aspek diantaranya (1) regulasi dan kebijakan, (2) pemilik manuskrip, (3) media publikasi, advokasi, (4) konservasi, restorasi, digitalisasi, (5) jejaring global, (6) database berbasis Big Data, dan (7) SDM unggul berkualifikasi. Ketujuh aspek tersebut harus berjalan beriringan agar pelestarian naskah dapat berjalan dengan baik dan maksimal.
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Publik Tuntut Transparansi Terkait Karut Marut Pengadaan Sarana Pendidikan