Metro, Suara.com- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama Kementerian Luar Negeri akan menyelenggarakan World Conference on Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua Bali pada 5-7 Oktober 2022.
WCCE 2022 mengangkat tema "Inclusively Creative: A Global Recovery". Tema ini diambil dari kesadaran bahwa ekonomi kreatif telah menjadi sektor unggulan karena pertumbuhannya yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir bahkan beberapa subsektor terbukti bertumbuh dengan sangat baik selama pandemi COVID-19 seperti animasi, aplikasi, dan pengembangan permainan.
Ekonomi kreatif sendiri merupakan sebuah dimensi ekonomi kontemporer yang tidak memandang perbedaan gender, nir-diskriminasi, dan tidak lagi bergantung pada modal besar.
Empat subtema di sektor ekonomi kreatif akan menjadi pembahasan saat konferensi internasional yang sudah kali ketiga terselenggara. Keempat isu tersebut antara lain Creative Economy for Global Revival, Inclusivity and SDGs Agenda, IP and Rights of the Creative, dan The Future of Creative Economy.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Uno dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (3/10/2022) menjelaskan, para pelaku ekraf perlu memperoleh pengakuan global atas potensinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tangguh.
"Saat seluruh dunia bersiap untuk masuk ke era endemi, dunia perlu secara cepat menemukan jalan untuk memulihkan ekonomi demi menyelamatkan mata pencaharian yang berkelanjutan agar masyarakat dapat pulih dengan tangguh secara cepat. Di sinilah ekonomi kreatif hadir," ujarnya.
Pemerintah Indonesia pertama kali menggelar konferensi internasional ekonomi kreatif pada 2018. WCCE pertama telah berhasil meningkatkan perhatian dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari perwakilan pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, organisasi internasional, media, dan para pelaku ekonomi kreatif di seluruh dunia.
WCCE pertama pada 2018 telah menghasilkan 21 agenda pengembangan ekonomi kreatif yang disebut “Bali Agenda for Creative Economy” dan selanjutnya telah dibawa dalam ranah percakapan global. Hal ini dibuktikan dengan diadopsinya Resolusi PBB pada tahun 2019 dalam sidang ke-74 Majelis Umum PBB, yakni deklarasi Tahun 2021 sebagai Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan. Selanjutnya Indonesia juga telah membentuk Global Center of Excellence and International Cooperation for Creative Economy (G-CINC).
WCCE kedua pada 2021 telah dilaksanakan di Dubai, Persatuan Emirat Arab. WCCE 2021 Dubai mendeklarasikan Agenda WCCE 2021, yang terdiri dari 21 poin, yang mencakup subjek antara lain, manfaat ekonomi, pemuda, ekosistem, dan upaya internasional dalam pengembangan ekonomi kreatif di masa yang akan datang.
Baca Juga: Resmikan RBPI, Menaker Harapkan Jadi Wadah Sejahterakan Pengemudi Indonesia
Sementara itu, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menambahkan, empat subtema tersebut diharapkan mampu menghasilkan poin penting untuk pemulihan sektor ekonomi kreatif pascapandemi. Keempat subtema tersebut yakni, pertama ialah ekraf untuk kebangkitan global dengan membahas kebijakan yang mendukung sektor kreatif, pelaku, dan seluruh ekosistem yang berupaya mengembangkan sektor tersebut.
Kedua, perihal perlindungan dan pemasaran kekayaan intelektual (intellectual property), hak materi iklan, serta pemanfaatan teknologi untuk menjaga mata pencaharian para pelaku ekraf secara global.
Kemudian agenda inklusivitas dan Sustainable Development Goals (SDGs) guna mendorong sektor ekraf agar dapat menjawab isu-isu global.
Terakhir, ajang itu mengangkat sub tema 'Future of Creative Economy' untuk memetakan perkembangan sektor ekraf secara kolektif yang selaras dengan perubahan global.
"Mari kita mengadvokasi aktor kreatif kita untuk mendapatkan pengakuan global atas potensi mereka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tangguh bagi semua,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting
-
Saga Transfer Berakhir: Fenerbahce Boyong N'Golo Kante dari Al-Ittihad
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir