- JPPI mengkritik salah urus fiskal pendidikan nasional akibat pembatasan masa tugas guru non-ASN hingga akhir 2026.
- Pemerintah lebih memprioritaskan anggaran untuk program makan bergizi gratis daripada kesejahteraan guru serta perbaikan fasilitas sekolah.
- Ubaid Matraji mendesak pemerintah segera menyusun peta jalan perlindungan bagi guru honorer untuk mewujudkan pendidikan berkualitas nasional.
Suara.com - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti adanya "salah urus" fiskal pendidikan nasional. Hal ini menyusul terbitnya Surat Edaran Mendikdasmen yang membatasi masa tugas guru non-ASN hingga akhir 2026.
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyayangkan anggaran pendidikan yang seharusnya diprioritaskan untuk kesejahteraan guru justru dialihkan ke program-program populis.
“Negara sibuk membiayai program makan bergizi gratis (MBG), sementara jutaan guru masih hidup dengan upah tidak layak dan status kerja yang tidak pasti,” kata Ubaid, Jumat (8/5/2026).
Menurut Ubaid, krisis pendidikan di Indonesia saat ini bukan disebabkan oleh kurangnya konsumsi siswa di sekolah, melainkan kegagalan negara dalam menyediakan guru yang sejahtera dan berkualitas.
“Krisis pendidikan Indonesia hari ini bukan terutama karena anak kekurangan konsumsi sesaat di sekolah, tetapi karena negara gagal menyediakan guru yang cukup, berkualitas, dan sejahtera,” tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini banyak sekolah di daerah mengalami kekurangan guru dan kerusakan ruang kelas. Namun, perhatian fiskal negara justru tidak menyentuh fondasi utama tersebut.
JPPI menilai pemerintah cenderung mengistimewakan guru ASN di sekolah negeri, sementara jutaan guru non-ASN di sekolah swasta dan madrasah tetap diabaikan hak-haknya.
“Yang seharusnya menjadi prioritas justru guru-guru honorer di sekolah negeri dan sekolah swasta yang selama ini bekerja dalam kondisi upah rendah, tanpa kepastian status, bahkan tanpa perlindungan sosial yang memadai,” tegas Ubaid.
Ubaid mendesak pemerintah segera menyiapkan roadmap pengangkatan dan perlindungan yang adil bagi seluruh guru non-ASN agar tidak mengkhianati amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Baca Juga: JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
Berita Terkait
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Di Balik Megahnya Dapur MBG, Ada Sekolah yang Dilupakan Negara
-
Investasi SDM, Pengajar Indonesia Akselerasi Kompetensi AI Bersama Microsoft
-
BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?