Metro, Suara.com- Desra Percaya Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Raya Desra Percaya menerima 39 orang penerima beasiswa (awardees) Indonesian International Student Mobility Awards for Vocational Edition (IISMAVO) di Universitas Nottingham, Kamis (6/10).
Penyambutan yang dibalut dalam acara “IISMAVO Formal Welcome Event at University of Nottingham” tersebut merupakan bagian dari dukungan kerja sama antara pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan Universitas Nottingham, Inggris.
39 orang penerima beasiswa hadir langsung dengan mengenakan busana batik sebagai salah satu ciri khas Indonesia. Mereka disambut langsung oleh Vice Chancellor Universitas Nottingham, Profesor Shearer West selaku tuan rumah. Turut hadir secara daring, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati bersama Kepala Program IISMAVO, Hilda Cahyani dan sejumlah pelaksana program lainnya.
Shearer West mengucapkan selamat datang di Universitas Nottingham kepada 39 awardees. Menurutnya, saat ini pendidikan tinggi tengah menghadapi tantangan global. Mereka dituntut terus berinovasi untuk membantu dunia mengatasi sejumlah isu, seperti pandemi, bencana alam, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, dengan berbagai penelitian yang memadai dan koneksi yang baik di industri inovasi global maka Universitas Nottingham akan bekerja sama dengan Indonesia untuk mengatasi tantangan tersebut.
“Para mahasiswa Universitas Nottingham, di sini kalian akan belajar beragam skills untuk menghadapi dunia yang terus berubah dan semakin global. Saya harap kalian bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang kalian miliki untuk berkembang di sini, tidak hanya dari dalam kelas tapi juga dari kegiatan sosial. Selamat datang ke keluarga Nottingham,” ujar West.
Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, menyampaikan rasa terima kasihnya atas penyambutan dan dukungan tiada henti yang diberikan oleh Universitas Nottingham dalam kolaborasi program IISMAVO sejak awal, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan program yang akan dimulai pekan depan tersebut.
“Hari ini menandai tonggak penting bagi kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita bisa mengirim mahasiswa vokasi untuk ke luar negeri, untuk satu kesempatan yang baik ini,” kata Kiki.
Menurut Kiki, dunia memang sudah berubah. Seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat, mobilitas internasional dan interaksi antarmanusia dari berbagai negara menjadi hal yang lumrah terjadi. Oleh karena itu, mereka membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk berinteraksi secara global dengan orang-orang internasional.
“Melalui IISMAVO, pemerintah Indonesia memberikan dukungan keuangan yang kuat bagi siswa vokasi di negara ini untuk mendapatkan pengalaman internasional dalam pendidikan,” kata Kiki lebih lanjut.
Baca Juga: Terkait Pertukaran Pemuda, Kemenpora Kerjasama dengan Dubes Australia untuk Indonesia
Desra Percaya menyampaikan bahwa para awardees merupakan mahasiswa berbakat karena mereka telah mengalahkan ratusan pendaftar magang sebelum berhasil lolos ke Universitas Nottingham. Ia juga percaya bahwa mahasiswanya telah berada di tangan yang tepat. Oleh karena itu, ia berharap para mahasiswa ini bisa memanfaatkan kesempatan di Universitas Nottingham tersebut sebaik mungkin untuk menimba ilmu dan pengalaman, magang, serta membangun relasi.
“Kami akan mendukung proses belajar kalian di sini. Jaga nama baik Indonesia, kalian adalah duta Indonesia sesungguhnya,” kata Desra.
Perwakilan mahasiswa yang diwakili oleh Faishal Hanif Permata dan Audrey Sophia Rekka Kamah memberikan cendera mata berupa kain songket kepada Shearer West dan Desra Percaya.
Sebagaimana diketahui, secara bertahap, 39 orang mahasiswa dikirim ke Universitas Nottingham sejak Jumat (30/9) lalu melalui program IISMAVO. Nantinya, mereka akan belajar selama satu semester di Universitas Nottingham.
Para penerima beasiswa tersebut merupakan mahasiswa sarjana terapan dan diploma dari perguruan tinggi vokasi yang berada pada semester empat sampai dengan enam. Kesempatan tersebut mereka peroleh setelah melalui berbagai tahapan seleksi hingga akhirnya terpilih sebagai duta bangsa untuk belajar di luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
7 Tips Menata Meja Kerja Minimalis di Apartemen Sempit agar WFH Lebih Produktif
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Pupuk Kimia Berpotensi Terancam
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat
-
Profil Brian Ardianto, Jebolan MasterChef Indonesia 5 yang Meninggal Dunia Hari ini
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Viral Perempuan Muda Masturbasi Saat Tepergok Mencuri, Pura-Pura Jadi ODGJ
-
Tak Pikirkan Tim Lain, Beckham Putra Fokus Sisa Delapan Laga Sisa