Metro, Suara.com- Inovasi pelayanan publik terus dilakukan oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro guna memudahkan layanan kepada para wajib pajak.
Plt Kepala BPPRD Kota Metro Mirza Marta Hidayat inovasi layanan publik wajib pajak ini dilakukan lewat aplikasi Citigov yang disediakan sebagai upaya menciptakan peningkatan layanan bagi masyarakat, sekaligus peningkatan kredibilitas penyelenggara pelayanan.
“Dengan Citigov ini kita memberikan kemudahan kepada wajib Pajak, yang nantinya para wajib pajak tidak perlu lagi datang ke Kantor BPPRD untuk melakukan pelaporan pembayaran pajaknya,” terangnya.
Mirza menjelaskan pengunaan teknologi digital terkait layanan wajib pajak ini sendiri telah dimulai sejak bulan Agustus 2022. Sementara ini penggunaan aplikasi wajib pajak telah dimulai terutama untuk OPD, hotel dan restoran.
Meski demikian Mirza memahami bahwa penggunaan teknologi baru semacam ini belum familiar bagi masyarakat.
"Mulai November kita berencana untuk sosialisasi secara luas kepada masyarakat umum, kita juga sudah menyiapkan video tutorial agar masyarakat lebih mudah memahami langkah-langkahnya,"jelasnya, Jum'at (23/10/2022).
Lewat aplikasi tersebut, para wajib pajak dapat melaporkan, membayar, maupun menggunakan berbagai layanan yang disediakan pemerintah daerah. Terlebih juga tersedia menu layanan yang diberikan informasi estimasi waktu selesai, pelacakan, dokumen syarat dan antrian.
Mirza juga mengatakan bahwa lewat digitalisasi dan penggunaan teknologi semacam ini secara perlahan akan mengubah perilaku masyarakat dan birokrasi dalam upaya mengoptimalkan layanan publik pemerintah.
"Lewat penggunaan aplikasi ini masyarakat semakin dimudahkan dalam proses pelayanan pajak daerah serta meminimalisir pertemuan tatap muka dan juga memangkas birokrasi, cepat dan efektif,"ungkapnya.
Sementara terkait kemudahan pembayaran para wajib pajak Mirza mengatakan bahwa saat ini untuk pengembangan menu pembayaran PBB Citigov lewat QRIS yang akan bekerjasama dengan Bank Lampung.
"Mudah-mudahan di akhir tahun sudah bisa berjalan kerjasama pembayaran dengan pihak Perbankan,sehingga bayar pajak menjadi semakin mudah" ungkapnya.
Selain digitalisasi layanan pajak kedepan Mirza juga mengungkapkan perlunya pembaruan database potensi pajak di Kota Metro agar bisa menggambarkan kondisi riil di lapangan.
"Perbaikan data potensi pajak perhatian bersama agar Pendapatan Asli Daerah di Kota Metro bisa semakin meningkat, terlebih saat ini kita juga tengah menyusun Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,"jelasnya.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang
-
Shayne Pattynama Kritik Taktik Persija Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK
-
Lolos Sertifikasi FCC dan Postel Komdigi, Xiaomi Siapkan 2 Tablet Murah Terbaru
-
Tinjau Program Stunting, Melly Goeslaw Ingatkan Pemerintah: Ini Investasi Masa Depan Bangsa
-
Jalan ke Jepang Terbuka, SSB Indonesia Bisa Tantang Akademi Elite Dunia
-
Tak Bisa Diganti Uang Pribadi Gubernur, Kursi Pijat Rudy Mas'ud Bakal Dipindah
-
Dukung Makan Bergizi Gratis, Unhas Siap Jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur
-
Sinopsis Mushoran Mitsuboshi, Drama Kuliner Jepang Dibintangi Koike Eiko
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!