Metro, Suara.com- Kota Palembang saat ini tengah menggelar Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia IX yang digelar pada 2-5 November 2022. Rakernas yang digelar di Kawasan Benteng Kuto Besak ini dihadiri oleh 73 Kabupaten/Kota anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia.
Walikota Palembang Harnojoyo yang baru saja terpilih sebagai Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia menggantikan Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Rakernas JKPI IX di Palembang ini dimeriahkan dengan berbagai gelaran.
“Mulai dari seminar nasional, bazaar umkm, karnaval budaya, pertunjukan seni, hingga permainan tradisional,diperkirakan 10.000 orang terlibat dalam gelaran Rakernas JKPI di Palembang ini,”ujarnya seperti dikutip dari Antara Sumsel, (1/11/2022).
Harnojoyo sendiri akan menjabat sebagai Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia hingga Rakernas X JKPI yang digelar di Semarang pada tahun 2023. Jabatan Ketua Presidium JKPI sendiri secara otomatis akan bergilir kepada siapa yang menjadi tuan rumah dalam Rakernas JKPI.
Jaringan Kota Pusaka Indonesia sendiri adalah jaringan antarkota di Indonesia yang didirikan dengan tujuan menjaga kelestarian benda cagar budaya dan peninggalan sejarah di Indonesia. JKPI sendiri dibentuk di Kota Solo pada tahun 2008 oleh 12 Kota deklarator yakni Surakarta, Yogyakarta, Denpasar, Pekalongan, Ternate, Pangkal Pinang,Ambon, Surabaya, Medan, Pontianak, Sawahlunto. Presiden Joko Widodo sendiri tercatat menjadi salah satu pemrakarasa JKPI saat menjabat sebagai Walikota Solo.
Pada tahun 2012 Kementerian PUPR sendiri telah mencanangkan Program Pelestarian dan Pengelolaan Kota Pusaka (P3KP) agar kota-kota di Indonesia bergerak merancang pembangunan kota pusaka berkelanjutan. Lewat Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Bina Penataan Bangunan selain memberikan pendampingan dan fasilitasi dalam bentuk dana stimulan penataan kawasan pusaka, juga melakukan pendampingan penguatan kelembagaan terhadap para pihak terkait, khususnya kepada Tim Kota Pusaka Daerah (TKPD). Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 54 Kabupaten/Kota telah menyusun Rencana Aksi Kota Pusaka (RAKP) sekaligus menandatangani Piagam Komitmen Pelestarian Kota Pusaka.
TACB Metro
Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Metro Heri S Widarto mengatakan keberadaan aset bangunan-bangunan bersejarah yang hingga saat ini masih terpelihara sesungguhnya menjadi penanda identitas dan karakter bagi Kota Metro yang bila dikelola serius akan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang untuk berkunjung ke Metro.
“Terlebih saat ini Kota Metro juga telah memiliki Perda terkait Cagar Budaya pertama di Lampung, memiliki Tim Ahli Cagar Budaya memiliki potensi pengembangan kawasan cagar budaya serta yang tidak kalah penting juga adalah visi Kota Berbudaya yang didalam kegiatan-kegiatan turunannya konon berniat membangun wisata terintegrasi,”jelasnya, Kamis (3/11/2022).
Heri menjelaskan bahwa hampir seluruh cagar budaya yang telah ditetapkan di Kota Metro letaknya berdekatan. Mulai dari Mesjid Taqwa, Taman Merdeka, Sumur Putri, RS Santa Maria, Dokterswoning, dan sebagian gedung RSU A Yani semua lokasinya saling berdekatan. Hal tersebut menurutnya dapat dikembangkan sebagai potensi wisata tersendiri dikarenakan Metro tak memiliki destinasi wisata alam.
Baca Juga: Bertemu Sandiaga Ibaf Fabi Tanyakan Potensi Wisata Kota Metro, Ini Jawabannya
Sejarawan UM Metro Kian Amboro dalam publikasinya berjudul Analisis Signifikansi Taman Merdeka Kota Metro sebagai Objek Struktur Cagar Budaya yang terbit di Jurnal Warisan Volume 2 Desember 2021 menuliskan bahwa Kota Metro adalah salah satu kota bersejarah di Lampung. Kota Metro lahir sebagai implikasi dari pelaksanaan salah satu kebijakan Politik Etis. Sejak awal terbentuknya, Metro memang dirancang sebagai gemeente (kotamadya) di bawah Afdeeling Sukadana
“Uniknya, meskipun Kota Metro lahir sebagai bagian dari rencana pemerintah Hindia Belanda yang menjadikannya sebagai pusat ibukota kolonisasi, kota ini tidak sepenuhnya bercorak kolonial, melainkan dirancang menjadi kota hibrid. Pola tata ruang pusat kota mengadopsi pola tata ruang menurut kosmologi Jawa yang menyeimbangkan empat unsur utama atau catur gatra tunggal atau catur sagotrah. Keempat unsur itu meliputi politik, ekonomi, religius, dan masyarakat, tercermin dari keberadaan kantor/bangunan pusat pemerintahan, pasar, masjid, dan alun-alun,”tulis Kian.
Selain itu Kian juga menjelaskan bahwa keempat unsur utama simbol keseimbangan ini juga dapat ditemukan juga dalam pola tata ruang di Kota Metro. Unsur politik termanifestasi dari keberadaan Pendopo Asisten Wedana Metro (Jawa) dan kediaman Kontrolir (Pemerintah Hindia Belanda), unsur ekonomi tercermin dari keberadaan lokasi “Pasar Baroe Metro” yang kini menjadi pusat perbelanjaan Shopping Centre, unsur religius hadir dengan keberadaan Masjid Taqwa, dan juga keberadaan alun-alun kota yang berada di tengah-tengah ketiga unsur lainnya
“Keberadaan alun-alun Kota Metro sendiri menjadi daya tarik tersendiri karena masih menjalankan fungsinya sebagai ruang publik dan menjadi tempat berbagai aktivitas masyarakat hingga saat ini,”tulisnya.
Terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Metro Syachri Ramadhan mengatakan bahwa Metro sebenarnya memiliki potensi penataan kawasan Kota Pusaka.
Menurutnya tujuan penataan kawasan dan kegiatan pelestarian ini sendiri sebenarnya bertujuan untuk mewujudkan ruang kota yang aman, nyaman, produktif, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
“Seyogyanya kota selain sebagai mesin ekonomi juga harus menjadi atmosfir yang baik bagi tumbuhnya kesenian, adat istiadat, bahasa, situs, arsitektur, dan sejarah yang membentuk karakter kotanya,”ungkapnya, Kamis (3/11/2022).
Penataaan kawasan ini sendiri menurutnya memerlukan dukungan berbagai OPD yang ada di Kota Metro sendiri. Selain itu sinergi lintas Kementerian/Lembaga di Pusat, perguruan tinggi, komunitas, dan swasta maupun melalui dana Corporate Social Responsibilty (CSR) juga diperlukan.
Menurutnya gagasan pengembangan kawasan ataupun wacana untuk masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia tentunya layak didiskusikan oleh Pemerintah Kota Metro yang juga salah satu visinya adalah Kota Berbudaya.
“Kita bisa lihat bagaimana dampak yang begitu signifikan paska revitalisasi Kota Tua di Semarang, Jakarta, Yogyakarta, Sawahlunto, Malang, Medan dan masih banyak daerah lainnya yang mengembangkan konsep penataan kawasan heritage,”tambahnya.
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
8 Sunscreen Jepang Terbaik, Ini Formula dan Proteksinya yang Jadi Andalan
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
9 Jadi 10! Promo Bukber Unik di Ibis Styles Malang Yang Wajib Dicoba
-
5 Fakta Viral Siswa Disabilitas di Surabaya Diduga Dibully, Wajib Cek CCTV!
-
Real Madrid Pastikan Kylian Mbappe Siap Lawan Real Sociedad, Arbeloa Janjikan Tiga Poin
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
7 Lipstik untuk Bibir Gelap, Warnanya Nempel Seharian
-
Pakar Ungkap 4 Faktor Pemicu Bunuh Diri: Kesepian, Putus Asa, Hingga Beban Ekspektasi Orang Tua
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Tottenham Tunjuk Igor Tudor sebagai Manajer Interim, Misi Pertama Kalahkan Arsenal