- Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, mengklarifikasi instruksi fraksi bukan larangan kritik, melainkan penekanan etika politik dalam berkomunikasi.
- Instruksi awal disampaikan pada HUT Fraksi Golkar (13/2/2026) mengenai loyalitas tidak menyerang kebijakan Presiden Prabowo-Wapres Gibran.
- Golkar wajib mengevaluasi pemerintah, tetapi harus melalui koridor komunikasi konstruktif sebagai partai pendukung utama koalisi.
Suara.com - Ketua Fraksi sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, memberikan klarifikasi terkait instruksi keras yang sebelumnya ia sampaikan kepada seluruh anggota fraksinya di DPR RI.
Sarmuji menegaskan bahwa instruksi tersebut bukan berarti melarang kader Golkar untuk melakukan kritik atau evaluasi, melainkan menekankan pada etika politik atau fatsun dalam berkomunikasi.
Sebelumnya, dalam pidato sambutan perayaan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (13/2/2026), Sarmuji sempat menekankan agar tidak ada satu pun kader Golkar yang "menyerang" kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bentuk loyalitas koalisi.
Namun, Sarmuji kemudian meluruskan bahwa istilah "jangan menyerang" tersebut bukan berarti membungkam fungsi pengawasan anggota legislatif.
"Bukan. Bukan dilarang menyerang... bukan. Jadi kita tetap melakukan fungsi pengawasan, mengevaluasi jalannya pemerintah, tetapi ada fatsun-fatsunnya ya," ujar Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Sarmuji menjelaskan bahwa Partai Golkar sebagai partai pendukung utama pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan visi dan misi Prabowo–Gibran berjalan sukses.
Oleh karena itu, evaluasi internal tetap diperlukan, namun harus disampaikan melalui koridor serta cara berkomunikasi yang tepat sebagai mitra koalisi.
"Bukan tidak boleh mengevaluasi, harus mengevaluasi demi kesuksesan jalannya pemerintahan, tetapi ada fatsun-fatsunnya," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pihak fraksi telah memberikan arahan secara mendalam kepada jajaran anggota mengenai detail cara berkomunikasi dan berkoordinasi yang selaras dengan posisi Golkar di dalam pemerintahan.
Baca Juga: Sarmuji Tegas ke Kader Golkar: Jangan Ada Jeruk Makan Jeruk di Koalisi
"Sebenarnya secara detail sudah kami jelaskan bagaimana cara berbicara, berkomunikasi sebagai partai pendukung pemerintah, sudah kami jelaskan," katanya.
Meski memberikan ruang untuk evaluasi, Sarmuji tetap mengingatkan bahwa konsekuensi berada di dalam koalisi adalah menjaga soliditas di hadapan publik.
Hal tersebut dilakukan agar setiap masukan dari Partai Golkar bersifat konstruktif dan memperkuat jalannya pemerintahan, bukan justru memperlemah stabilitas politik.
Berita Terkait
-
Sarmuji Tegas ke Kader Golkar: Jangan Ada Jeruk Makan Jeruk di Koalisi
-
Golkar Dorong Pembentukan Koalisi Permanen demi Stabilitas Politik Nasional
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Ketua Fraksi Golkar Minta Kader Jangan Pernah Serang Kebijakan Prabowo-Gibran!
-
Hadir di HUT Fraksi Golkar, Bahlil Kelakar Takut Dipecat Jika Tak Segera Dampingi Presiden Prabowo
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan