Metro, Suara.com- Menjelang pergantian tahun Badan Pengelolaan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPPRD) Metro memberikan penjelasan Tidak tercapainya target, Pajak Bumi dan Bangunan, Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Metro pada tahun 2022.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPPRD Kota Metro, Mirza Marta Hidayat mengatakan bahwa realisasi PBB-P2 di Kota Metro baru mencapai sekitar 57 persen.
"Dimana target PBB-P2 yang ditetapkan sebesar Rp 6,3 miliar, baru tercapai sekitar Rp 3,6 miliar,"ungkapnya,Jumat (30/12/2022).
Mirza menjelaskan bahwa sejumlah faktor diduga menjadi penyebab tidak tercapainya target tersebut. Menurutnya faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah terkait jumlah atau besaran ketetapan, kemampuan membayar, informasi batas waktu dan kepatuhan kolektor dalam menyetorkan pembayaran.
"Terkait masalah kepatuhan kolektor dalam menyetorkan pembayaran menjadi perhatian kami,"jelasnya.
Pihaknya mensinyalir bahwa pihak pengumpul/kolektor pajak baik kolektornya langsung maupun pihak kelurahan menahan setoran sampai mendekati jatuh tempo.
"Contohnya hari ini, 30 Desember 2022 kami mendapat telpon dari Bank Lampung yang kewalahan dalam melayani setoran PBB dari kelurahan/kolektor yang datang bersamaan dan dalam jumlah yang besar pada saat tanggal jatuh tempo yang bertepatan dengan hari Sabtu yang notabene bukan hari kerja,"ungkapnya.
Menurutnya hal paling sering ditemui adalah alasan menahan setoran karena menunggu setornya sekalian banyak. Karenanya Mirza berharap lewat implementasi QRIS Bank Lampung di Aplikasi Citigov sebagai sarana pelaporan dan pembayaran maka tahun depan wajib pajak mau menyetorkan sendiri tagihan pajaknya.
"Selain lewat Citigov kami juga sudah membuka channel pembayaran PBB yang lain seperti melalui indomaret, tokopedia dan juga melalui aplikasi mobile banking dari bank lampung yaitu L-Online guna memudahkan para wajib pajak,"tambahnya.
Baca Juga: Rumah Asisten Wedana dan Metro Sambatan Hub
Selain itu pihaknya juga melakukan upaya penagihan, BPPRD Metro juga tengah melakukan kajian untuk dapat diusulkan kepada Walikota Metro. Kajian tersebut menurutnya terkait perpanjangan masa pembayaran atau pembebasan denda bersyarat pada PBB-P2 tahun 2022 hingga waktu yang belum ditentukan.
"Sedang kita kaji, terlebih memang masyarakat itu bukan tidak mau membayar. Namun, kebijakan kita yang beberapa waktu lalu sempat memberhentikan pembayaran dan penghitungan ulang stimulus," pungkasnya
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Dampak Banyak Kendaraan Mogok, Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Pertalite di SPBU Bekasi
-
Kriteria Orang yang Gugur Mati Syahid dalam Islam
-
7 Sepatu Puma Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Harga BBM Terancam Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Kapolri: Stabilitas Keamanan Kunci Jaga Ekonomi di Tengah Konflik ASIsrael dan Iran!
-
Perang AS-Israel vs Iran Pecah, Harga Emas Bersiap Rp3,4 Juta Per Gram
-
Pembatasan Angkutan Barang Mudik Lebaran 2026 Berlebihan, Aptrindo Desak Pemerintah Kaji Ulang
-
Apa Itu Drone LUCAS yang Dipakai AS dan Israel Menyerang Iran?
-
Konflik AS vs Iran Kian Membara, Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
-
Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing