Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengaku keheranan dengan kesimpulan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Putri Candrawathi.
Seperti yang diketahui, jaksa menyimpulkan bahwa Putri Candrawathi tidak mengalami kekerasan seksual, namun berselingkuh dengan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Menurut Kamaruddin, kesimpulan jaksa tersebut blunder dan ngawur. Sebab menurutnya, Putri seharusnya mendapatkan tuntutan hukuman mati atau seumur hidup apabila tidak terjadi pelecehan seksual.
Kesimpulan jaksa soal perselingkuhan Putri dengan Brigadir J itu dinilai justru memunculkan kegelapan baru dalam persidangan.
"Kalau perkara sudah disidang seharusnya kan membuat terang masalahnya, tetapi ini menimbulkan kegelapan baru," ujar Kamaruddin dikutip Suara.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV, Kamis (19/01/2023).
Kamaruddin menduga kesimpulan dna munculnya isu perselingkuhan tersebut diputuskan supaya Ferdy Sambo mudah dalam membela diri.
Ia menyampaikan bahwa perselingkuhan dan pemerkosaan tidak ada di dalam surat dakwan, padahal seharusnya jaksa membuktikan dakwaan.
Akan tetapi, Kamaruddin menyebut bahwa yang terjadi di dalam persidangan justru terus menyimpang.
Kamaruddin kembali mengungkit soal persidangan tertutup mengenai pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi. Dia mengaku heran dengan persidangan tersebut karena kasus ini bukanlah perkara asusila.
Baca Juga: Verrell Bramasta Ingin Punya Istri Seperti Gigi, Raffi Ahmad: Wah Gak Bisa!
Lebih lanjut, Kamaruddin merasa aneh dengan isu perselingkuhan yang dimunculkan oleh jaksa, karena Putri sendiri terus menerus menangis selama sidang.
"Kemudian diakhiri dengan tuntutan perselingkuhan, padahal peran Putri Candrawathi itu kan nangis-nangis di persidangan. Kalau berselingkuh tidak ada nangis-nangis, kecuali tertangkap basah kan menyesal sedangkan dia mengendalikan dirinya adalah korban pemerkosaan tapi tidak membuat laporan polisi," teranganya.
Kamaruddin menyebut bahwa keterangan di antara jaksa dengan terdakwa tidak nyambung satu sama lain, termasuk dengan keterangan saksi.
Oleh sebab itu, Kamaruddin menilai ada kejanggalan dan berharap Jaksa Agung ikut turun tangan.
"Jadi yang bisa menjelaskan ini Jaksa Agung. Apa maksud mereka membuat seperti ini. Jaksa Agung harus berbicara karena masyarakat kecewa!" tandasnya.
Berita Terkait
-
Kejagung Soal Sidang Pembunuhan Yosua: Jangan Terlalu Banyak Opini-opini Dilemparkan, Ini Penegakan Hukum!
-
Beberkan Alasan Istri Sambo Dituntut Lebih Ringan dari Bharada E, Kejagung: Dia Ada di Kamar Tapi Tahu Pembunuhan
-
Klaim Sudah Tuntut Maksimal Sambo dkk, Kejagung Bantah Masuk Angin: Gila Apa, Masuk Angin Mungkin Suka Keluar Malam
-
Tuntutan Jaksa ke Ferdy Sambo Cs Timbulkan Pro Kontra, Kejagung Ogah Disebut Polemik
-
Jaksa Sebut Istri Sambo dan Yosua Selingkuh, Kejagung: Itu Hanya Bumbu, Tak Ada Kewajiban Membuktikan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123