Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menilai bahwa otak pembunuhan mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat adalah Putri Candrawathi.
Kamaruddin menduga bahwa Putri lah yang membawa Brigadir J ke Magelang dan melakukan gladi resik pembunuhannya di sana.
"Jadi kesepakatan mereka di bulan Juni adalah menghabisi Yosua, kemudian PC itu berperan sesuai kesempatan mereka membawa Yosua ke Magelang dan melakukan gladi resik atau GR untuk pembunuhan berencana," kata Kamaruddin dikutip Suara.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV, Kamis (19/01/2023).
Kamaruddin melanjutkan bahwa ada peran tukang siomay yang mondar-mandir pada saat pembunuhan tidak terungkap di persidangan.
Kata Kamaruddin, tukang suomay tersebut memantau situasi di lokasi kejadian. Dia mengaku mengetahui hal tersebut dari video yang diperolehnya.
Selain itu, Kamaruddin menyebut ada pula peran tukang petasan yang membunyikan petasan saat penembakan terjadi di rumah Sambo tidak terungkap di persidangan.
"Jadi mengapa masyarakat sekitar mendengarnya petasan bukan tembakan, karena dibunyikan dulu petasan baru yang di pintu ini ngasih kode ke dalam baru ditembak di dalam," bebernya.
Menurutnya, rencana dirancang ada orang yang biasanya bermain petasan di lapangan. Petasan disebut dibunyikan terlebih dahulu, lalu sosok yang dekat dengan pintu memberikan kode ke dalam rumah untuk mengeksekusi Brigadir J.
Lebih lanjut, Kamaruddin menyebut ada ajudan lain yang mengontrol situasi, yakni Romer dan Daden.
Baca Juga: Pro Kontra Tuntutan 5 Terdakwa Pembunuhan Brigadir J, Berakhir Bikin Publik Tak Puas
Kamaruddin menyebut Romer dan Daden pura-pura tidak tahu di dalam sidang, padahal menurutnya kedua ajudan Sambo tersebut mengamankan lokasi dan menggeledah adik Brigadir J, Bripda Mahareza Rizky Hutabarat.
Lalu Kamaruddin menyampaikan bahwa Putri keluar kamar menggunakan baju seksi untuk melancarkan rencana pembunuhan dengan motif pelecehan seksual terhadap istri Sambo.
Berita Terkait
-
LPSK Minta Jaksa Revisi Hukuman Bharada E: Bisa Picu Pelaku Kejahatan Ogah Jadi Justice Collaborator
-
Berstatus Justice Collaborator, LPSK Minta Jaksa Revisi Tuntutan Richard Eliezer Jadi Paling Rendah
-
Saksi Ahli Kubu Agus Nurpatria dan Hendra Sebut Bawahan yang Diperintah Tak Bisa Dipidana
-
Dituntut 12 Tahun Penjara, Richard Eliezer Pejamkan Mata Tak Kuasa Tahan Tangis
-
Dituntut Penjara Seumur Hidup, Apa Saja Tahapan Sidang Ferdy Sambo Selanjutnya?
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wiljan Pluim Bongkar Skandal Paspor, Soroti Dampaknya ke Pemain Timnas Indonesia
-
Lucinta Luna Balik Jadi Perempuan saat ke Korea, Tampil Maskulin Cuma Prank?
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
Menjemput Peluang di Tengah Krisis: Harap Cemas Industri Percetakan Jogja Menanti Kebangkitan
-
Vietnam dan Indonesia Hancurkan Malaysia di 2 Cabor! Futsal dan Sepak Bola
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Harga Honda BeAT Naik di April 2026, Termurah Rp 19 Jutaan
-
Arne Slot Pastikan Alexander Isak Siap Main Lawan PSG, Tapi dari Bangku Cadangan
-
Kasus Dugaan Bullying Siswa di Padang hingga Korban Dirawat di RS Jiwa, Wakepsek Sebut Hanya Candaan
-
Penjelasan Update Free Fire 'Misteri Bawah Laut' 8 April, Ada Tips Klaim Hadiah Anyar