Sering melihat kumpulan anak-anak bermain clackers ball alias latto-latto? Seru dan bebas dari gadget elektronik seperti ponsel atau tablet. Namun bila ada suara menangis atau menjerit, ya mungkin saja bebolaan itu melejit dan mendarat di kepala atau bagian tubuh salah satu atau beberapa di antara pemain.
Dikutip dari Suara Jogja, Koentjoro, seorang Psikolog Universitas Gadjah Mada atau UGM menyatakan dampak positif dari permaian latto-latto bagi anak-anak.
"Segi positifnya, ketergantungan anak pada handphone jadi berkurang. Kalau dulunya waktu untuk main HP sekarang ke latto-latto," jelasnya.
Kemudian, permainan latto-latto bisa melatih konsentrasi anak-anak. Dipadu dengan ketangkasan fisik, maka kepercayaan diri bisa meningkat, lantas akan bersosialisasi dengan anak-anak lainnya karena permainan ini melibatkan beberapa orang atau anak.
"Latto-latto ini bisa menjadi sarana anak berolah raga, belajar konsentrasi secara murah," kata Guru Besar Fakultas Psikologi UGM ini
Akan tetapi, meski punya sisi positif, sisi negatif tentunya juga ada. Orangtua diimbau Koentjoro tidak boleh lalai begitu saja. Hal ini terkait beberapa waktu terakhir muncul sejumlah laporan anak-anak yang terluka ketika memainkannya.
Koentjoro menyatakan orangtua perlu memberikan pengawasan saat anaknya bermain latto-latto. Juga memberikan pemahaman atau edukasi ak terkait cara, aturan hingga aturan dari permaian ini. Termasuk di dalamnya adalah potensi bahaya. Tidak sebatas permainan latto-latto namun semua jenis permainan.
"Peran orangtua harus ada, bermain dengan aman harus diajarkan kepada anak. Aturan kapan main juga dijelaskan seperti saat memakai HP, agar tidak mengganggu lingkungan," jelasnya.
Sekolah bisa menjadi fasilitator bagi anak dalam menyalurkan hobi bermain latto-latto. Misalnya menyelenggarakan lomba latto-latto yang bisa menjadi sarana menampung hobi anak sekaligus mengajarkan bermain jujur dan sportif.
"Sekolah bisa mengingatkan. Bukan hanya sekadar melarang karena berbahaya atau membiarkan saja. Namun anak-anak diingatkan bahaya latto-latto bagi diri sendiri dan orang lain serta kapan bisa bermain, biar peka terhadap lingkungan," tutupnya.
Berita Terkait
-
Kembali Mewabah, Kenali Perbedaan Penyakit Campak dengan Roseola
-
Lihat Bocah Ngumpul di Depan Rumah, Wanita Ini Bagikan Cemilan
-
Di Balikpapan Masih Belum Ada Larangan Main Latto-latto di Sekolah
-
Hari Pertama Sekolah, Anak-anak Korban Gempa Cianjur Belajar di Tenda Darurat
-
Dari CES 2023: Pasar Kendaraan Tahun Ini Diprediksi Menyusut Akibat Harga Mobil Listrik Melejit
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Terkini
-
Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas
-
Rafael Struick Masih Dipinggirkan John Herdman dari Timnas Indonesia
-
Kader Gerindra Sewot, Rudy Mas'ud Senggol Prabowo dan Hashim: Penyesatan Etika Publik
-
Kunci Keberhasilan Persija Jakarta Bantai Persis, Dony Tri Pamungkas Jadi Pemain Terbaik
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman
-
Hengky Kurniawan Incar Jalur Haji Lewat Korea Selatan, Lebih Cepat dan Kuota Banyak
-
Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia
-
Mengangkat Tema Penyebaran Virus, Ini Sinopsis Film Korea Baru 'Colony'
-
AC Mobil Kurang Dingin Saat Cuaca Panas Ternyata Ini Penyebab Utamanya
-
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah Kaki