Dalam tiga bulan terakhir, tingkat kepuasan atas kinerja Presiden RI Joko Widodo mengalami peningkatan persentase. Bila sebelumnya mencapai 62,6 persen pada September 2022, maka per Januari 2023.
Dikutip dari Suara.com, Direktur Lembaga Survei Indonesia atau LSI Djayadi Hanan menyampaikan peningkatan penilaian responden yang sampelnya diambil kurun 7-11 Januari 2023.
"Sejak tiga bulan terakhir, kinerja Presiden mengalami peningkatan dalam persepsi positif masyarakat. Dari 62,6 persen pada September 2022 sekarang menjadi 76,2 persen. Kalau dilihat tiga bulan terakhir, peningkatannya cukup signifikan," jelasnya.
Hasil detailnya, 76,2 persen tingkat kepuasan responden akan kinerja Presiden RI Joko Widodo terdiri dari 18,7 persen sangat puas, dan 57,5 persen cukup puas. Kemudian 14,8 persen responden lainnya menyatakan kurang puas terhadap kinerja Presiden RI Joko Widodo, 5,7 persen tidak puas, dan 3,3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Rosdiana Sijabat, pengamat ekonomi dari Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya menanggapi hasil rilis survei LSI yang menyebut tingkat kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo mengalami peningkatan sehingga perolehan akhir mencapai 76,2 persen itu seiring dengan peningkatan persepsi pada aspek ekonomi.
Ia mengatakan tingginya tingkat kepuasan itu karena Presiden Joko Widodo dan jajaran menterinya dinilai mampu mengelola ekonomi dengan baik, meski di tengah situasi krisis global.
"Pemerintah kita, tim ekonomi kementerian, tentu ini semua dinahkodai Presiden Joko Widodo mampu membuat perekonomian kita ini tidak menakutkan seperti perekonomian negara maju. Yang terjadi di beberapa negara, bisa dikatakan sekarang ada ketakutan-ketakutan karena inflasi yang tinggi, suku bunga yang tinggi kemudian pertumbuhan ekonomi yang menurun dan beberapa mungkin juga mengkhawatirkan sampai ke negatif," jelas Rosdiana Sijabat pada Selasa, (24/1/2023).
"Di bawah kepemimpinan Pak Jokowi terutama memang mungkin di beberapa kuartal terakhir, kita melihat bagaimana pemerintah terus berupaya. Baru saja COVID-19 ditangani, ada banyak ketidakpastian ekonomi secara global. Saya kira (survei) sesuatu cerminan bagaimana publik mengapresiasi kinerja kementerian, kinerja dari Pak Jokowi," lanjut Rosdiana Sijabat.
Ia meminta pemerintah tetap harus waspada, karena situasi ekonomi global akan semakin penuh dengan tantangan yang perlu dikelola dengan baik. Seperti guncangan inflasi yang cenderung tinggi di negara-negara maju.
"Ada banyak tantangan juga, mungkin yang bisa kita lihat ketika terjadi inflasi yang cenderung tinggi di negara maju , seperti di Eropa, Amerika serikat, Inggris itu di atas 10 persen, kemudian di kawasan ASEAN juga banyak negara seperti Laos misalkan, inflasinya mencapai dua digit," lanjut Rosdiana Sijabat.
Sementara situasi dalam negeri, pemerintah perlu mengantisipasi efek domino dan mencegah gelombang PHK dari beberapa sektor usaha imbas dari turunnya permintaan global.
"Apakah pemerintah akan bisa mempertahankan dan segera mengatasi supaya tidak terjadi efek domino dari PHK massal di sektor startup atau sektor manufaktur ini tidak mudah bagi pemerintah di tengah-tengah turunnya permintaan global terhadap produk-produk sektor manufaktur termasuk dari Indonesia," lanjutnya.
Nah, melihat hasil survei dari LSI menunjukkan bahwa publik masih menaruh harapan yang begitu tinggi terhadap kemampuan pemerintah untuk mengelola perekonomian Indonesia dengan baik terutama di 2023.
"Meskipun kita tahu tidak bisa lari dari krisis global, tetapi penting sekali untuk membangun trust yang positif terhadap kepemimpinan Pak Jokowi, saya kira itu momentum yang terus perlu dibangun di tengah-tengah ada beberapa masalah-masalah isu-isu ekonomi yang di dalam negeri yang kita lihat saat ini juga menjadi bagian dari dampak pelemahan kinerja global," pungkas Rosdiana Sijabat.
Berita Terkait
-
Nilai Responden Survei LSI yang Puas Atas Kinerja Presiden RI Joko Widodo Mencapai 76,2 Persen
-
Hasil Survei New Indonesia: Partai Nasdem Jeblok, Pencapresan Anies Baswedan Belum Mendongkrak?
-
Dorong Kinerja Positif dan Berkelanjutan, Dirut BRI Sunarso Raih Leadership Achievement Awards
-
Dirut BRI Raih Leadership Achievement Awards, BRI Sabet 2 Penghargaan Internasional dari The Asian Bankers
-
Demi Pertumbuhan Berkelanjutan, BRI Siap Perkuat Segmen Retail Banking
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Sinergi Pegadaian dan SMBC Diapresiasi BRI, Dorong Akses Pembiayaan Inklusif Nasional
-
Akses Terputus, Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Desak Pembangunan Jembatan Darurat
-
The Trauma Code: Heroes on Call, Drama Medis yang Sat-set dan Bikin Tegang
-
5 Rekomendasi Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan, Baterai Awet dan Cocok untuk Belajar
-
BRI Dukung Kolaborasi Pegadaian-SMBC, Perkuat Inklusi Keuangan dan Ekonomi Rakyat
-
Banjir Rob di Semarang Bikin Tekor Rp848 Miliar Akibat: Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Prabowo Ingin Indonesia Punya Produsen Otomotif Kelas Dunia
-
BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Ekonomi
-
Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD
-
Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk