Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep baru-baru ini mengaku ingin terjun ke dunia politik seperti sejumlah anggota keluarganya.
Padahal, Kaesang sebelumnya mengatakan ogah-ogahan menjadi pejabat dengan alasan mendapatkan gaji yang sedikit.
Pengakuan dan keinginan Kaesang itu lantas menyita perhatian berbagai pihak. Salah satunya pengamat politik Jamiluddin Ritonga.
Menurut Jamiluddin, keinginan Kaesang untuk begerlut di dunia politik adalah hal yang wajar. Pasalnya, lingkungan keluarga Gibran sendiri terjun dan berkecimpung di dunia politik.
Mulai dari sang ayah yang pernah menjadi Wali Kota Solo, berlanjut sebagai Gubernur DKI Jakarta, hingga kini menjadi Presiden Republik Indonesia.
Adapula kakak kandungnya Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat sebagai Wali Kota Solo dan kakak iparnya Bobby Nasution yang menjadi Wali Kota Medan.
"Kaesang kesehariannya melihat ayah, kakak, dan kakak iparnya intens di dunia politik. Hal itu secara langsung menularkan dunia politik kepada Kaesang," kata Jamiluddin, Rabu (25/01/2023).
Jamiluddin menyampaikan bahwa Kaesang sesungguhnya memiliki modal yang begitu besar untuk masuk ke dunia politik.
Ia menilai, Jokowi, Gibran dan bahkan Bobby tentu tak akan tinggal diam dan akan menyokong keinginan Kaesang terjun ke politik.
Baca Juga: Mendagri Respon Jabatan Kades 27 Tahun: Kalau Banyak Positifnya Kenapa Tidak?
"Sokongan sang ayah, kakak, dan kakak ipar akan memudahkan Kaesang berkarier di dunia politik," katanya.
Jamiluddin menyebut Kaesang bisa memulai terjun ke politik dengan mengikuti jejak sang ayah dan kakak menjadi wali kota Solo.
Kota Solo dinilai akan lebih mudah bagi Kaesang berkarier politik, karena sudah menjadi basis ayahnya dan sang kakak.
"Ia bisa menggantikan sang kakak, Gibran sebagai wali kota," katanya.
Sebelumnya, Kaesang mengungkapkan langsung kepada kakaknya, Gibran dan ayahnya, Jokowi jika pemilik Sang Pisang itu ingin terjun ke politik.
Menurut Gibran, Kaesang mengatakan keinginan itu dalam momen jamuan makan yang digelar keluarga Jokowi di Surakarta, Jawa Tengah.
Berita Terkait
-
Kaesang Pangarep Tertarik ke Dunia Politik, Pakar Politik UGM: Hal yang Biasa
-
Sempat Dipuji Jokowi, Ini Cerita Kapolri Saat Gercep Tangani Kasus Ibu Cekoki Bayi Kopi Susu
-
Jokowi Ungkap Fakta 'Saling Sikut' Antar Negara G20: Kelihatannya Aja Baik-baik
-
Jokowi Tegaskan Tak Ada Resesi Seks Di Indonesia: Yang Menikah 2 Juta, Yang Hamil 4,8 Juta
-
Sinyal Kaesang Pangarep Terjun ke Politik: PDIP Mengamini, Prabowo Subianto Merayu
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Pakai Baju Adat Jawa ke Sekolah, Siswa SMAN 4 Yogyakarta Bangga Kenakan Gagrak
-
Anggaran Rp14 Miliar untuk 72 Mobil Listrik, Pemprov NTB Dikritik Lakukan Pemborosan
-
Truk Kontainer Anjlok di Cilincing, Operasional Transjakarta Koridor 10 Terhambat
-
7 Kesalahan yang Bikin Kue Sagu Keju Hancur, Ini Cara Mengatasinya!
-
Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta
-
Sidang Kabinet: Prabowo Minta Jajaran Beri Pelayanan Mudik Terbaik Hingga Diskon Tarif
-
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Mulai 'Cekik' Biaya Ekspor RI ke Timur Tengah
-
Joget Gemoy Trump Disamakan dengan Kaisar Nero, Netizen: Di Sini Pemimpinnya Juga Suka Joget
-
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo Sebut Tuntutan 8,5 Tahun Penjara Bentuk Frustrasi Jaksa