/
Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB
Paus Fransiskus mengatakan homoseksualitas bukan kejahatan, tetapi adalah dosa. ((Unsplash/Ashwin Vaswani))

Paus Fransiskus meminta agar hukum dan undang-undang yang mengkriminalisasi homoseksualitas dicabut dan mendesak para pemimpin Gereja Katolik untuk tidak mendukung hukum yang meminggirkan kelompok LGBTQ.

Fransiskus mengatakan, Allah mencintai semua manusia dan karenanya gereja harus menerima semua orang, termasuk yang homoseksual.

"Menjadi homoseksual bukan kejahatan," kata Fransiskus dalam wawancara dengan Associated Press di Vatikan, Selasa (25/1/2023).

Meski demikian Fransiskus menegaskan bahwa homoseksualitas dan LGBTQ adalah dosa. Tetapi dosa harus dipisahkan dari kejahatan.

"Menjadi homoseksual bukan kejahatan. Tetapi ya, itu adalah dosa. Kita harus membedakan antara dosa dan kejahatan. Karena tidak bersedekah juga adalah dosa," tegas paus berusia 86 tahun tersebut.

Gereka Katolik sendiri melarang homoseksualitas dan Fransiskus tidak mengubah ajaran tersebut. Tetapi selama masa kepemimpinannya ia menekankan sikap yang terbuka kepada kelompok LGBTQ.

Lebih lanjut dalam wawancara itu Fransiskus menyerukan kepada pemimpin-pemimpin Gereja Katolik di dunia untuk menolak undang-undang atau regulasi yang mengkriminalisasi homoseksualitas.

Ia menekankan bahwa semua manusia, termasuk yang homoseksual, memiliki martabat dan dicintai oleh Allah.

"Kita semua adalah anak-anak Allah dan Tuhan mencintai kita apa adanya," terang dia.

Load More