- Pengelola Kopdes Merah Putih wajib ikuti pelatihan militer Komcad & manajerial.
- Kopdes jadi offtaker hasil tani & pintu penyaluran subsidi tepat sasaran.
- Sebanyak 35.476 formasi diperebutkan oleh 639.732 pendaftar melalui tes CAT.
Suara.com - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai tancap gas dalam memperkuat fondasi ekonomi pedesaan. Tak main-main, para pengelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih terpilih nantinya tidak hanya dibekali ilmu manajemen, tetapi juga akan menjalani pelatihan dasar kemiliteran melalui Komponen Cadangan (Komcad).
Langkah progresif ini diambil sebagai strategi pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan disiplin dalam mengelola program prioritas ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa pelatihan berlapis ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi nasional. Setelah melewati tes kompetensi, mental ideologi, hingga kesehatan, para peserta akan memasuki fase penggemblengan fisik dan mental.
"Pengumuman hasil tes akhir dijadwalkan 7 Juni 2026. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pelatihan dasar kemiliteran Komcad serta pelatihan manajerial dan kompetensi bidang," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurut Zulhas, pemerintah tidak sekadar mencari tenaga administratif biasa. Fokus utamanya adalah membangun kader penggerak ekonomi desa yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kesiapan organisasi yang matang.
Nantinya, setelah lulus dari "kawah candradimuka" Komcad, peserta akan didalami dengan kemampuan strategis seperti manajemen distribusi pangan, penyaluran subsidi, hingga pengelolaan hasil produksi lokal.
Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus berperan sebagai offtaker (pembeli siaga) hasil pertanian dan perikanan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan nelayan.
"Kalau harga gabah ditentukan Rp6.500 tetapi di pasar jatuh, Kopdes harus bisa beli. Jadi dia offtaker," tegas Zulhas.
Tak hanya itu, koperasi ini akan memegang peran vital dalam memutus rantai distribusi bantuan sosial yang selama ini kerap tidak tepat sasaran. Mulai dari pupuk subsidi, gas melon, hingga bantuan sosial seperti PKH, nantinya akan disalurkan melalui satu pintu di Kopdes atau Kelurahan Merah Putih.
Baca Juga: Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi
Sebagai informasi, program ambisius ini membuka 35.476 formasi yang terdiri dari 30.000 manajer Kopdes dan 5.476 pegawai Kampung Nelayan. Tingginya minat masyarakat terlihat dari membludaknya pendaftar yang mencapai 639.732 orang. Saat ini, para peserta tengah bertarung dalam tes kompetensi berbasis CAT di 72 titik di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya
-
Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini
-
Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026
-
GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Perkuat Posisi Indonesia di Peta Motorsport Global
-
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Sempat Tembus 7.000 Namun Tertahan Koreksi Saham Teknologi
-
Purbaya Girang Data BPS Ungkap Inflasi April Turun: Sekarang Anda Kritik Tuh Ekonom!
-
Purbaya Bantah Masuk Rumah Sakit hingga Dipecat: Banyak Gosip ya?
-
Data Ekonomi Loyo, Rupiah Terkapar ke Level Rp17.394 per Dolar AS
-
Bius Lagu Kicau Mania dan Nasib Buruh dalam Sangkar Outsourcing
-
Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik