/
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:35 WIB
Wowon Erawan alias Aki Wowon, tersangka pembunuhan berantai atau serial killer di Bekasi dan Cianjur, Jawa Barat. (foto dok. Polisi)

Kekinian tengah trending kasus serial killer Wowon Ernawan alias Aki Banyu (60) bersama Solihin alias Duloh (63) dan M Dede Solehuddin (35), sederet Tenaga Kerja Wanita atau TKW menjadi korban aksi kejahatan mereka, yaitu penipuan penggandaan uang yang berujung pembunuhan.

Dikutip dari Suara.com, para TKW korban penipuan modus penggandaan uang ini menyetorkan gajinya setiap bulan. Nilainya mencapai Rp 3-5 juta kepada ketiga tersangka. Tidak tanggung-tanggung, salah satu korban mesti menelan kerugian Rp 288 juta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan kesebelas nama TKW korban penipuan Wowon cs, yaitu Yeni, Farida, Siti Fatimah, Aslem, Entin, Hamidah, Evi, Hanna, Yanti, Nene, serta Sulastini.

"Aslem diketahui telah mengikuti penggandaan uang ini selama enam tahun, kerugian sekitar Rp 288 juta. Kemudian Hanna telah mengikuti penggandaan uang selama dua tahun dengan kerugian sekitar Rp 75 juta," jelas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

"Kedua saksi syok karena hilang dana dan mendengar kejadian ini," lanjutnya.

"Korban percaya penggandaan uang  dan bekerja menjadi TKW dengan gaji bulanan (sekitar Rp3-5 juta) dikirimkan rutin per bulan kepada Wowon cs," kata Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Dalam praktik penipuan ini, tersangka diduga menerapkan sistem Multi Level Marketing (MLM). Untuk menarik kepercayaan para TKW, Wowon Ernawan sering pamer rumah sampai mobil yang diakui sebagai miliknya.

Dari niat awal melakukan penipuan berupa penggandaan uang, serial killer Wowon Ernawan berupaya menghilangkan nyawa korban yang meminta kembali uang mereka.

Di antaranya adalah Hanna, upaya pembunuhan atas korban ini hendak dilakukan setelah Hanna berusaha menagih hasil penggandaan uang.

Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga dalam kesempatan terpisah menyatakan di tahun 2022 lalu sepulang dari Arab Saudi, Hanna sempat mendatangi rumah tersangka M Dede Solehuddin di Cianjur, Jawa Barat.

Karena tida ada kepastian, Hanna bertolak pulang, dan tersangka ded memintanya untuk menemui tersangka Duloh untuk mengambil hasil penggandaan uang. namun sejatinya akan dieksekusi.

Situasi hujan deras membuat Hanna batal datang di pengujung Desember 2022 dan baru ke lokasi pada 8 Januari 2023. Serta tidak bertemu tersangka.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi juga menyatakan aliran uang ke rekening tersangka M Dede Solehuddin Rp 1 miliar. Diduga berasal dari setoran para TKW korban penipuan berkedok penggandaan uang.

Load More