-
Militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara baru ke Iran untuk memaksakan kesepakatan damai.
-
Eskalasi bersenjata ini memicu lonjakan harga minyak dunia hingga mencapai 94 Dolar AS per barel.
-
Iran menuduh AS melakukan kejahatan perang setelah serangan mengenai reservoir air bersih warga.
Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis setelah militer Amerika Serikat meluncurkan rentetan serangan udara baru ke wilayah Iran.
Langkah agresif ini diambil hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghantam Teheran dengan kekuatan penuh jika kesepakatan damai gagal tercapai.
Eskalasi bersenjata ini langsung meruntuhkan gencatan senjata rapuh yang sempat disepakati kedua belah pihak pada awal April lalu.
Dampaknya kian nyata setelah komando militer AS mengonfirmasi bahwa operasi udara tersebut telah dimulai sejak tengah malam waktu Teheran.
"Serangan ini merupakan respons terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut," sebut Komando Pusat AS melalui pernyataan resmi di media sosial X, dikutip dari Reuters, Kamis pagi.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa tindakan keras ini sengaja diambil untuk menekan posisi tawar Iran di meja perundingan.
Menurut Hegseth, opsi militer ini berjalan beriringan dengan misi diplomatik yang sedang diupayakan oleh Washington.
"Kami akan memukul mereka dengan keras malam ini, dan mudah-mudahan Iran membuat keputusan yang baik," ujar Hegseth saat mengunjungi Komando Pusat di Florida.
"Jika kita perlu bernegosiasi dengan bom, kita akan bernegosiasi dengan bom."
Baca Juga: Helikopter Apache Jatuh, AS Menggila! Iran Dibombardir di Selat Hormuz
Gelombang ledakan dilaporkan mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, Sirik, Kangan, dan Minab.
Serangan fajar ini merupakan balasan langsung AS setelah satu helikopter tempur mereka ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Pihak Teheran tidak tinggal diam dan langsung membalas dengan meluncurkan rudal serta drone ke pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.
Merespons agresi tersebut, komando militer gabungan Iran mengancam akan menembak setiap kapal yang nekat melintasi Selat Hormuz.
Pihak berwenang Iran juga menuduh sekutu merusak infrastruktur sipil yang mengancam hajat hidup masyarakat setempat.
"Ini bukan dampak tidak langsung -- ini adalah kejahatan perang yang diperhitungkan dan pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghei.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite
-
Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR