Beredar kabar bahwa seorang buruh pabrik di Depok harus terpaksa dikarantina karena mengamuk dan menginggit 5 rekan kerjanya.
Berita tersebut menghebohkan dan menggegerkan publik di jagat media sosial hingga dianggap adanya zombie di Depok.
Kabar tersebut mulanya diunggah oleh akun bernama @friendlylocalage di Instagram, yang mengunggah gambar tangkapan layar artikel yang mencatut nama CNN Indonesia. Artikel tersebut ditulis tayang pada Rabu (25/01/2023).
Lalu, hal tersebut semakin membuat geger dan viral usai dibagikan ulang oleh akun @AREAJULID di Twitter pada 27 Januari 2023.
Begini narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut.
"Dis! Kenapa nihhh" tulis cuitan akun @AREAJULID.
"Mengamuk dan Menggigit 5 Rekan Kerjanya, Seorang Buruh Pabrik di Depok Terpaksa Dikarantina," tulis judul artikel di dalam unggahan.
Lalu benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Baca Juga: Kamis Sibuk! Surya Paloh Dipanggil Jokowi, Petinggi NasDem Temui Gerindra-PKB
Berdasarkan hasil penelusuran Metro Suara, klaim soal buruh di Depok harus dikarantina usai mengamuk dan gigit rekannya adalah salah.
Faktanya, narasi yang dituliskan dalam gambar tangkapan layar tersebut merupakan hasil suntingan atau editan.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, tidak ditemukan artikel dengan judul dituliskan oleh akun @friendlylocalage dan @AREAJULID.
Artikel asli oleh CNN Indonesia faktanya memiliki judul "Pasien Suspect Corona Semarang Meninggal, Hasil Lab Negatif" yang tayang pada Rabu, 26 Februari 2020 lalu.
Unggahan tersebut menyunting bagian judul dan tanggal artikel, namun gambar menggunakan foto yang sama dengan artikel asli.
Adapula, foto tersebut tak ada kaitannya dengan kliam soal buruh di Depok yang dikarantina. Foto yang disematkan dan dimuat adalah ilustrasi simulasi penanganan pasien Covid-19.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kabar buruh di Depok terpaksa dikarantina karena mengamuk dan menggigit lima rekan kerjanya adalah keliru.
Dengan demikian, informasi yang telah tersebar tersebut masuk hoaks dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Lesti Kejora Dibuatkan Konser oleh Pihak SCTV, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Surya Paloh Resmi Pasangkan Anies dengan Mahfud MD, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Hipnotis Uya Kuya Bikin Ibu Norma Risma Akui Hamil Anak Rozy, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Jhon LBF Bagi-bagi Duit 100 Juta Lewat Tebak Nama Kota
-
CEK FAKTA: Partai Demokrat Panik! SBY-AHY Tak Terima Lukas Enembe Ditangkap KPK, Benarkah?
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
7 Fakta Penipuan Umrah Hanania Travel: Rugikan 128 Orang Senilai Rp12 Miliar
-
Ibu Niko Al Hakim Diduga Sindir Rachel Vennya, Singgung Cucu hingga Penjualan Rumah
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo