Tifauzia Tyassuma atau biasa dikenal dengan Dokter Tifa menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa dirinya perlu bersemadi selama tiga hari sebelum memutuskan kebijakan lockdown untuk Indonesia.
Melalui akun Twitter-nya, @DokterTifa melontarkan pertanyaan kepada orang nomor satu RI tersebut. Ia bertanya kepada siapa Jokowi meminta petunjuk selama bersemedi.
"Saya mau bertanya. Pada waktu semadi itu, bapak lalu diberi petunjuk siapa? Tuhan? Atau Roro Kidul?" tulis Dokter Tifa seperti dikutip pada Minggu (29/1/2023).
Ia lantas menyebut bahwa dalam ajaran Islam, umat muslim diminta untuk salat istikharah jika ingin mendapatkan petunjuk dan bukan malah melakukan semadi.
"Sebab dalam agama kita, Islam, untuk dapat petunjuk Tuhan dalam berkeputusan, kita diperintah Salat Istikharah. Bukan Semedi," sambungnya.
Cuitan Dokter Tifa ini pun sontak saja menjadi sorotan dari warganet. Beragam komentar yang menyudutkan Jokowi banyak dilontarkan oleh warganet dalam twit ini.
"Bikin keputusan itu mesti berunding dengan ahlinya, bukan semadi. Apapun kegiatannya, sebagai muslim umumnya tidak memakai kata semadi, betul nggak doktif," kata warganet.
"Pakai dupa ya om semadinya? Terus jinnya atau setannya ngomong apa? Kita ini punya otak dan akal yang Allah berikan. Mengapa tak gunakan itu untuk menganalisa masalah," imbuh warganet lain.
"Biar orang lain menilai sakti, mendapat karomah, ulama saja ditangkapi dipenjara," ujar warganet lain.
Baca Juga: Indonesia Sah Terima Mandat Jadi Ketua ASEAN 2023, Apa Saja Tugasnya?
Namun, tak sedikit warganet yang mengujarkan bahwa kata semadi yang diungkapkan oleh Jokowi tak berarti seperti yang diartikan oleh sosok dokter ini.
"Semadi mungkin yang dimaksud menyendiri, bisa jadi dalam menyendiri itu diisi dengan salat, zikir dan mengaji mana kita tahu Bu Dokter," tambah warganet lain.
"Semadi bahasa kiasan Jawa yang artinya tafakur.
"Bayangan halu Anda terlalu dipengaruhi film misteri stensilan. Jadi gak bisa berpikir dengan lebih jernih," terang warganet lain.
"Semadi di dunia kedokteran disebut Senam Yoga. Mengatur napas, pikiran. Agar jernih mengambil keputusan," komentar warganet lainnya lagi.
Berita Terkait
-
Indonesia Sah Terima Mandat Jadi Ketua ASEAN 2023, Apa Saja Tugasnya?
-
Minta Masyarakat Bersyukur PPKM Sudah Dicabut, Jokowi: Kita Sering Lupa Kalau Sekarang Sudah Enak
-
Skenario 'All Jokowi's Men': Terwujud Asal NasDdem Batal Usung Anies Baswedan?
-
CEK FAKTA: Presiden Jokowi Bersih-bersih Kabinet dengan Copot 6 Menteri Sekaligus, Benarkah?
-
Merasa Keputusannya Benar dengan Tidak Lockdown Selama Pandemi, Jokowi: Kalau Gak Kita Sudah Runtuh
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Polda Sultra Lacak Aliran Dana Umrah Ilegal PT TRG Rp7 Miliar
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
BBPJN: Pembangunan Jembatan Barombong Bisa Menggunakan Diskresi Menteri PU
-
Melihat Lebih Dekat Teknologi Pembakaran Sampah Jadi Listrik di Tiongkok
-
Bekasi Belajar PLTSa ke China, Siapkan Bantargebang Ikon Pengolahan Sampah Modern