/
Senin, 30 Januari 2023 | 21:44 WIB
Pelecehan seksual terjadi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. (Suara.com/Risna Halidi)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan kasus pelecehan seksual yang terjadi di kawasan wisata Kawah Ratu, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Bogor, Jawa Barat, tidak bisa ditolerir dan pelaku sebaiknya diberikan hukuman dengan efek jera.

"Ini sangat merugikan pariwisata, perlu kita sikapi dengan tegas,pihak pengamanan dan pengelola harus berikan efek jera," ujar Menparekraf dalam The Weekly Brief with Sandi Uno yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (30/1/2023).

Pihaknya pun mengajak pemerintah daerah, para pemangku kepentingan termasuk pelaku industri serta masyarakat untuk berkolaborasi menjaga keamanan, dan kenyamanan pariwisata.

"Ini harus ciptakan destinasi ini berkelas dunia, dan mencegah hal-hal ini terjadi dan SOP keamanan kenyamanan berbasis SNI CHSE," tegasnya.

Ke depan Sandiaga bakal menyosialisasikan pentingnya menjaga kenyamanan serta keamanan di destinasi pariwisata ke sejumlah pelaku industri pariwisata.

Sebelumnya, ramai di media sosial, yakni oknum pengelola wisata Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak melakukan pelecehan seksual kepada para pengunjung.

Pelecehan seksual yang dimaksud, demikian diungkap pengguna Instagram berakun @irenedea.f, dilakukan dengan cara memotret bagian pantat pengunjung perempuan secara diam-diam.

Pelaku kejahatan seksual tersebut adalah petugas di TN Gunung Halimun Salak. Sementara kejadian pelecehan terjadi pada Minggu (22/1/2023). Diduga pelaku sudah diam-diam memotret pantat lebih banyak para pengunjung perempuan di taman nasional tersebut.

Load More