Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menggegerkan publik karena menyebut dulu ada perjanjian atau kontrak politik di antara Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Namun siapa sangka, Prabowo ternyata enggan untuk mengungkit-ungkit masa lalu. Hal itu diungkapkan oleh Wasekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade.
Andre menyampaikan bahwa Prabowo berpesan kepada kader Gerindra untuk tidak perlu mengungkit masa lalu atau jasa di masa lampau.
Oleh karena itu, kader Gerindra sendiri sekarang tengah berfokus untuk menyukseskan Prabowo di Pilpres 2024 supaya menang.
"Yang jelas kalau kami dari Partai Gerindra fokus kami sekarang bagaimana memenangkan pak Prabowo, tidak mau mengungkit-ungkit hal yang lalu," ujar Andre dikutip dari tayangan Kompas TV, Rabu (01/02/2023).
"Karena apa? dari dulu memang pak Prabowo udah menyampaikan kepada kami, tidak usah mengungkit-ungkit masa lalu, tidak usah kita mengungkit-ungkit jasa masa lalu. Itu yang disampaikan pak Prabowo kepada kami," terangnya.
Kendati demikian, Andre tetap membenarkan bahwa perjanjian politik Prabowo dan Anies itu memang ada.
Hal itu termasuk dengan apa yang disampaikan oleh Sandiaga Uno sendiri di depan awak media usai keluar dari Istana Negara.
Dia tak menampik ucapan Sandiaga Uno mengenai kontrak politik Ketumnya dengan bakal capres Partai NasDem itu.
Baca Juga: Penjelasan Hakim Ziyech Gagal Dipinjam PSG meski Chelsea Setuju Melepasnya
"Bang Sandi mengatakan perjanjian itu masih berlaku sampai sekarang, sehingga beliau mendukung pak Prabowo di kontestasi Pilpres 2024. Itu kan yang ditegaskan oleh bang Sandi, sebagai salah satu yang menandatangani perjanjian itu di luar pak Prabowo bang Sandi dan Mas Anies ," jelas Andre.
"Saya rasa lebih tepat itu yang menandatangani ya, tetapi kalau fokus kami adalah bagaimana meningkatkan aktivitas pak Prabowo itu yang pertama," sambungnya.
Andre kembali menegaskan bahwa Prabowo sudah berulang kali berpesan kepada para kadernya untuk tidak mengungkit masa lalu.
"Berulang-ulang kali pak Prabowo menyampaikan kepada kami untuk tidak mengungkit-ungkit jasa beliau maupun jasa partai terhadap seseorang. Saya juga nggak tahu kenapa mas Sandi ngungkit-ngungkit ya," pungkas Andre.
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Mencak-Mencak ke Surya Paloh Soal Deklarasi Anies? Beda Klaim Presiden vs NasDem
-
Deal Politik, Satu Jam Obrolan Khusus Jokowi dan Surya Paloh di Istana Merdeka
-
Koalisi Gerindra-PKB Beri Batas Waktu Hingga Maret Tentukan Bakal Capres-Cawapres 2024
-
Soal Perjanjian Politik Prabowo-Anies, Demokrat: Anies Komit Dengan Janji, Lihat Saja Di Jakarta
-
Menuju Capres 2024, Anies Baswedan Kantongi Tiket Dukungan Penuh PKS dan Nasdem
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10 Cara Mengencangkan Kulit Wajah yang Mulai Kendur dan Turun di Usia 40 Tahun
-
HP Lipat Honor Terbaru Dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Baterai 7.000 mAh
-
Nabung Dulu, Harga Emas Antam Naik Terus Jadi Rp2.695.000/Gram
-
Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend
-
Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT
-
4 Kulkas Mini Murah untuk Apartemen Studio dan Ruang Kerja Minimalis
-
1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT
-
Danantara Mulai Jual Rumah Milik BUMN yang Tak Laku pada 27 Agustus
-
Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban
-
Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!