- Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan warga Papua bebas menuntut kesejahteraan sesuai konstitusi saat kunjungan di Nabire pada Senin (17/8).
- Pigai melarang keras masyarakat Papua menyuarakan tuntutan kemerdekaan atau melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Ia mendorong aktivis menyertakan fakta dan data kuat serta memperbanyak pembela hukum untuk mengawal keadilan masyarakat.
Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan garis tegas terkait penyampaian aspirasi di Bumi Cendrawasih. Ia menegaskan bahwa masyarakat Papua memiliki hak penuh untuk menuntut kesejahteraan dan keadilan, namun ada satu garis merah yang tidak boleh dilalui: menuntut Papua merdeka dari NKRI.
Dalam kunjungan kerjanya di DPRD Papua Tengah, Nabire, Senin (17/8) malam, Pigai menyatakan bahwa perjuangan atas persoalan masyarakat sepenuhnya dilindungi selama koridornya adalah hukum dan konstitusi.
"Yang tidak boleh adalah menyatakan 'Kami mau merdeka, lepaskan dari Indonesia.' Tidak boleh. Hal yang lain itu boleh, tidak masalah. Asal dengan cara yang benar namanya membela orang, Undang-Undang melindungi, dan dasar hukumnya jelas," tegas Pigai.
Menurut Pigai, menuntut hidup layak, adil, dan makmur bukanlah tindakan melawan negara, melainkan menjalankan amanat konstitusi.
Ia meminta warga Papua tidak perlu gentar menyuarakan ketidakadilan.
"Tetapi kalau meminta rakyat Papua sejahtera, adil, makmur, sehat sentosa, itu justru anda sedang menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Itu wajib diperjuangkan dengan tutur kata dan perbuatan. Jangan pernah takut menyatakan ketidakadilan," ujarnya.
Pigai juga memberikan tips praktis bagi anggota legislatif dan aktivis di Papua Tengah.
Ia mendorong agar setiap aduan masyarakat didukung oleh fakta, data, dan dokumentasi yang kuat agar bisa diproses secara hukum hingga ke pengadilan.
"Ini saya bicara karena saya ada di wilayah konflik. Kalau saya di (ibu kota) provinsi kan tidak mungkin saya tahu detailnya. Ini tujuannya membantu untuk menjaga masyarakat, memberi keadilan kepada masyarakat," kata Pigai.
Baca Juga: 11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran pembela hukum di tengah masyarakat. Meski institusi seperti Kejaksaan dan Pengadilan akan diperbanyak di wilayah konflik seperti Paniai dan Puncak Jaya, hal itu tidak akan efektif tanpa adanya pengacara dan aktivis yang mendampingi warga.
"Pertanyaannya hakim pasti ada, jaksa pasti ada, polisi pasti ada. Sekarang pembelanya siapa untuk masyarakat? Pengacaranya siapa? Yang mengadvokasinya siapa?" tanya Pigai.
Mengakhiri arahannya, Pigai berharap Papua menjadi kiblat baru perjuangan kemanusiaan.
"Munculkan terus pembela-pembela keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan di Papua. Kalau masing-masing bersaing memunculkan pembela kemanusiaan, maka akan muncul matahari keadilan mulai dari Papua Tengah," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik
-
Kapal Pesiar Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan
-
Otsus Papua Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Besaran Anggaran
-
CEK FAKTA: Menguji Klaim Prabowo Soal MBG, Stunting 25 Persen dan Realita di Papua
-
11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban
-
Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!
-
Pencarian Wastra Nusantara Naik 540 Persen, AI Ubah Cara Gen Z Kenal Tradisi
-
Sepatu Nike Pegasus Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Termurah untuk Easy hingga Trail Run
-
Soal Motor Listrik Nasional, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai Jadi Biang Kemacetan Baru
-
Uji Sah atau Tidaknya Status Tersangka, Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar Hari Ini
-
Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT
-
Bocoran Xiaomi 18 Versi Standar Baru, Siap Meluncur Desember Nanti!
-
Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang
-
6 Cara Membaca Birth Chart Astrologi untuk Pemula, Mulai dari Big Three