Reshuffle atau perombakan kabinet Jokowi disoroti banyak pihak, salah satunya pengamat politik Hendri Satrio alia Hensat.
Hensat menyampaikan ada sejumlah alasan mengapa Jokowi melakukan reshuffle terhadap menterinya menjelang Pilpres 2024.
Salah satunya adalah Jokowi dinilai ingin memastikan program-program yang telah dicanangkan pada periode kedua pemerintahannya dapat terlaksana.
Artinya evaluasi kinerja menjadi penting untuk memastikan seluruh program berjalan lancar.
“Ibarat pertandingan sepak bola, gol-gol cantik itu terjadi pada babak injury time. Dan biasanya yang mencetak gol itu pemain pengganti,” kata Hendri analogikan situasi tersebut.
Meskipun begitu, Hensat mengingatkan publik akan menilai reshuffle bermuatan politis jika menteri yang disingkirkan dan ditendang dari kabinet berasal dari Partai NasDem.
Langkah itu memiliki konsekuensi karena memang tak sebatas memanasnya hubungan Jokowi dengan NasDem, melambungkan Anies Baswedan sebagai kandidat capres yang sudah memiliki tiket untuk maju pada Pilpres 2024.
Hensat menilai Anies akan dinilai sebagai penyebab reshuffle jika memang menteri NasDem yang hengkang.
“Pastinya orang akan menyangka kalau Nasdem yang disingkirkan semua gara-gara Anies Baswedan,” tuturnya.
Baca Juga: Kaoru Mitoma, Pemain yang Menulis Tesis tentang Dribble dalam Sepakbola
Kendati demikian, Hensat menyebut ada kemungkinan figur lain dari partai selain NasDem yang ikut didepak jika reshuffle dilakukan secara terbuka.
Bisa pula menteri dari kalangan profesional. Malahan reshuffle bisa jadi hanya mengisi kursi posisi wamen yang kosong.
Sebelumnya, Jokowi tidak menampik bakal melakukan reshuffle, namun tak memberi penegasan bakal menggunakan hak prerogatifnya pada Rabu Pon pekan ini, mengikuti kalender Jawa yang kerap dilakukannya ketika mengumumkan pergantian menteri.
Presiden Jokowi selepas menghadiri acara HUT ke-8 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta Theater, Selasa (31/1/2023) malam, membenarkan bakal melakukan reshuffle. Dia menekankan pula adanya faktor politik dalam mengganti anggota kabinet.
“Tapi (faktor politik) itu bukan yang utama," kata Kepala Negara kepada wartawan.
Jokowi tidak memberi penegasan ketika disinggung kembali kepastian adanya reshuffle. Dia meminta wartawan untuk menunggu perkembangan apakah kabinet bakal diisi oleh wajah baru pada Rabu Pon ini.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
'Ngawur!' Jawab Moeldoko Saat Dituding Faisal Basri Sebagai Raja Conflict of Interest
-
Siapa Cawapres Ideal Pendamping Anies Baswedan? Tokoh Ini Diprediksi Sukses Bawa Anies Menang di Pilpres 2024
-
Siapa Bilang Jokowi Kesal NasDem Capreskan Anies Tanpa Konsultasi? 'Sedikit-sedikit Istana...'
-
Koalisi Perubahan Disebut Masih Setengah Hati Gegera Belum Deklarasi Bareng, Demokrat: Anies Aman, Kami Sudah Sepaham
-
Teka-teki Perjanjian Prabowo dan Anies yang Dibocorkan Sandiaga, Tak Boleh Kepo Kecuali Penuhi Syarat Ini
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan