/
Rabu, 01 Februari 2023 | 16:53 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (Suara.com/Alfian Winanto)

Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pelemparan bus Persis Solo di Kelapa Dua, Tangerang.

Peristiwa penyerangan dan perusakan terhadap bus berisikan official team Persis Solo terjadi pada Sabtu (28/1/2023). Yaitu usai pertandingan lawan Persita Tangerang yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena.

Dikutip dari kantor berita Antara, polisi menyebut penyerangan telah direncanakan sebelumnya. Dengan alasan sebagai aksi balas dendam dari Persita Tangerang terhadap Persis Solo terkait insiden tidak menyenangkan yang terjadi di Surakarta saat Piala Presiden 2022.

Kekinian, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya di Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas kasus pelemparan bus Persis seusai laga melawan Persita itu.

"Kami sudah perintahkan kepada Kapolda Metro Jaya untuk usut tuntas," jelas Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai penutupan kursus manajemen pengamanan stadion di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Disebutkannya pula, saat ini sudah ada tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelemparan batu terhadap bus Persis Solo. Pengusutan kasus terus dilakukan guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

"Saya minta untuk terus dituntaskan karena kami tidak ingin ke depan masih ada lagi terjadi aksi-aksi seperti itu," tegas Kapolri.

Terkait pengamanan pemain sepak bola dan suporter, Polri tidak hanya fokus pada pengamanan stadion, namun melakukan pengawalan dan pengamanan pemain dari tempat pemberangkatan hingga ke tempat pertandingan serta kembali lagi ke tempat asal.

Kapolri juga mengimbau para manajer, pimpinan klub sepak bola, serta pimpinan suporter untuk memberikan edukasi kepada para pendukung agar menjaga keamanan dan keselamatan dalam pertandingan sepak bola.

"Dengan begitu, kita semua bisa mempersiapkan diri dengan baik. Jadi, hal-hal yang lama harus ditinggalkan. Tentunya hal-hal yang seperti itu, (pelemparan) apalagi yang bersifat anarkis, merusak, dan sebagainya. Kami, Polri, akan mengambil tindakan tegas," tukas Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Dan semua pihak, termasuk para koordinator suporter dan klub sepak bola, juga bersama-sama turut menjaga iklim kondusif dalam penyelenggaraan sepak bola di Tanah Air.

"Kalau kita ingin maju, ini perlu kesadaran kita bersama. Mari kita jaga bersama-sama dan tentunya perlu transformasi semua pihak," pungkasnya.

Load More