- Warga Palestina di Tepi Barat dipaksa militer Israel membongkar makam keluarga mereka dekat permukiman Sa-Nur yang baru dibangun.
- Insiden terjadi meski keluarga Hussein Asasa telah memiliki izin resmi untuk memakamkan kerabatnya di lokasi pemakaman tersebut.
- Pejabat HAM PBB mengecam tindakan dehumanisasi ini di tengah meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina sejak 2023.
Suara.com - Warga Palestina di wilayah Tepi Barat dilaporkan dipaksa membongkar makam anggota keluarga mereka sendiri setelah mendapat tekanan dari warga Israel dan militer setempat.
Insiden itu terjadi di dekat permukiman Israel Sa-Nur yang baru kembali dibangun.
Laporan Middle East Eye menyebut keluarga Hussein Asasa diminta memindahkan makam kerabat mereka karena lokasi pemakaman dianggap terlalu dekat dengan kawasan permukiman Israel.
Peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah warga Palestina memergoki warga Israel sedang menggali area makam keluarga Asasa. Situasi itu kemudian memicu ketegangan antara kedua pihak.
Padahal keluarga Palestina tersebut disebut telah mengantongi izin dari otoritas Israel untuk melakukan pemakaman di lokasi tersebut.
Namun setelah keributan terjadi, militer Israel justru meminta keluarga Palestina membongkar makam itu sendiri dan memindahkannya ke lokasi lain yang lebih jauh dari Sa-Nur serta berada di bawah pengawasan militer.
Kepala Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ajith Sunghay mengecam tindakan tersebut.
"Ini mengerikan dan merupakan lambang dehumanisasi warga Palestina yang kita saksikan terjadi di seluruh wilayah pendudukan Palestina," kata Sunghay.
"Tidak ada yang luput dari perlakuan ini, baik yang hidup maupun yang telah meninggal," lanjutnya.
Baca Juga: Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?
Ketegangan di wilayah Tepi Barat terus meningkat sejak agresi Israel di Gaza pecah pada 2023.
Kekerasan yang melibatkan pemukim Israel terhadap warga Palestina dilaporkan semakin sering terjadi.
Berbagai aksi seperti vandalisme, pembakaran rumah, pengusiran paksa, penyerangan fisik hingga penggunaan senjata api disebut kerap menimpa warga Palestina di kawasan pendudukan tersebut.
Pada bulan lalu, dua warga Palestina, termasuk seorang remaja, dilaporkan tewas ditembak pemukim Israel dalam serangan di sebuah sekolah di timur laut Ramallah.
Berdasarkan data Komisi Penanggulangan Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Otoritas Palestina, sedikitnya 50 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan warga Israel sejak Oktober 2023.
Berita Terkait
-
Flick Respons Aksi Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Biasanya Ini Bukan Hal yang Saya Suka
-
Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050
-
Pakai Kaos Anti Madrid Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Parade Juara Barcelona
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno