News / Internasional
Rabu, 13 Mei 2026 | 11:50 WIB
Ilustrasi bendera Israel. (Pixabay, Jorono)
Baca 10 detik
  • Warga Palestina di Tepi Barat dipaksa militer Israel membongkar makam keluarga mereka dekat permukiman Sa-Nur yang baru dibangun.
  • Insiden terjadi meski keluarga Hussein Asasa telah memiliki izin resmi untuk memakamkan kerabatnya di lokasi pemakaman tersebut.
  • Pejabat HAM PBB mengecam tindakan dehumanisasi ini di tengah meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina sejak 2023.

Suara.com - Warga Palestina di wilayah Tepi Barat dilaporkan dipaksa membongkar makam anggota keluarga mereka sendiri setelah mendapat tekanan dari warga Israel dan militer setempat.

Insiden itu terjadi di dekat permukiman Israel Sa-Nur yang baru kembali dibangun.

Laporan Middle East Eye menyebut keluarga Hussein Asasa diminta memindahkan makam kerabat mereka karena lokasi pemakaman dianggap terlalu dekat dengan kawasan permukiman Israel.

Peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah warga Palestina memergoki warga Israel sedang menggali area makam keluarga Asasa. Situasi itu kemudian memicu ketegangan antara kedua pihak.

Padahal keluarga Palestina tersebut disebut telah mengantongi izin dari otoritas Israel untuk melakukan pemakaman di lokasi tersebut.

Namun setelah keributan terjadi, militer Israel justru meminta keluarga Palestina membongkar makam itu sendiri dan memindahkannya ke lokasi lain yang lebih jauh dari Sa-Nur serta berada di bawah pengawasan militer.

Puluhan siswa Palestina di desa Umm al-Khair, yang terletak di kawasan Masafer Yatta, Tepi Barat bagian selatan, ditembak gas air mata oleh Israel. [Middle East Monitor]

Kepala Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ajith Sunghay mengecam tindakan tersebut.

"Ini mengerikan dan merupakan lambang dehumanisasi warga Palestina yang kita saksikan terjadi di seluruh wilayah pendudukan Palestina," kata Sunghay.

"Tidak ada yang luput dari perlakuan ini, baik yang hidup maupun yang telah meninggal," lanjutnya.

Baca Juga: Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?

Ketegangan di wilayah Tepi Barat terus meningkat sejak agresi Israel di Gaza pecah pada 2023.

Kekerasan yang melibatkan pemukim Israel terhadap warga Palestina dilaporkan semakin sering terjadi.

Berbagai aksi seperti vandalisme, pembakaran rumah, pengusiran paksa, penyerangan fisik hingga penggunaan senjata api disebut kerap menimpa warga Palestina di kawasan pendudukan tersebut.

Pada bulan lalu, dua warga Palestina, termasuk seorang remaja, dilaporkan tewas ditembak pemukim Israel dalam serangan di sebuah sekolah di timur laut Ramallah.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Otoritas Palestina, sedikitnya 50 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan warga Israel sejak Oktober 2023.

Load More