Rekonstruksi ulang kecelakaan ini melibatkan sembilan saksi dan para pakar hingga kolaborasi interprofesi.
Pada Kamis (2/2/2023), Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi ulang kecelakaan mahasiswa Universitas Indonesia atau mahasiswa UI Muhammad Hasya Atallah Saputra yang dijadikan tersangka meski sudah meninggal dunia. Atau tewas jadi tersangka.
Dikutip dari Suara.com, dalam rekonstruksi ulang Muhammad Hasya Atallah Syahputra, ada sembilan adegan diperagakan. Polda Metro Jaya melibatkan beberapa pihak, di antaranya tim Traffic Accident Analysis (TAA), kemudian ada juga beberapa ahli, ahli transportasi dan hukum.
Muhammad Hasya Atallah Saputra menjadi korban kecelakaan lalu-lintas yang terlindas Mitsubishi Pajero milik eks Kapolsek Cilincing, AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono.
Dalam sembilan adegan yang diperagakan, dimulai dari insiden jatuhnya Muhammad Hasya Atallah Saputra yang diduga menghindari pemotor di depannya, saat terlindas, kemudian dibawa menggunakan ambulans.
Rekonstruksi ulang ini melibatkan sembilan saksi. Antara lain pengemudi ojek daring atau online, Agus Rayadi (34) yang kebetulan melintas.
Ia tidak berada sejak awal di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa Jakarta Selatan pada 6 Oktober 2022. Namun baru mendatangi lokasi usai seseorang menghubunginya. Saat sampai di lokasi, Muhammad Hasya Atallah Saputra sudah tergeletak di pinggir jalan dan bersimbah darah
"Korban sudah di pinggir, dengan pak itu (Eko) sudah di situ," jelas Agus Rayadi, Kamis (2/2/2023).
Di lokasi ia melihat Muhammad Hasya Atallah Saputra hanya diletakkan begitu saja, tanpa ada yang membawanya ke rumah sakit. Hingga akhirnya Agus Rayadi menelepon ambulans.
Saat menunggu ambulans datang, Agus Rayadi sempat memperhatikan kondisi Muhammad Hasya Atallah Saputra. Ia mengalami luka di bagian pinggang.
"Kepala nggak ada (luka), tidak ada darah sedikit pun," jelas Agus Rayadi.
Sementara itu, saksi lainnya, pengemudi ambulans yang membawa Muhammad Hasya Atallah Saputra ke rumah sakit mengatakan, saat di lokasi ia tidak mengecek kondisi Muhammad Hasya Atallah Saputra.
Ia hanya dengan sigap menaikakn Muhammad Hasya Atallah Saputra ke atas tandu, kemudian memasukannya ke dalam ambulans.
"Kamu tahu tidak, korban saat itu masih hidup atau tidak," tanya petugas Kepolisian kepada pengemudi ambulans.
"Saya tidak tahu, tapi sudah tidak ada napasnya. Posisi matanya ke atas dalam posisi diam. Cuma kelihatan warna putihnya," jawab pengemudi ambulans.
Rekonstruksi ulang ini dilakukan untuk menjawab kepastian hukum terhadap Muhammad Hasya Atallah Saputra. Ia ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara kecelakaan lalu-lintas pada malam 6 Oktober 2022 meski menjadi korban tewas. Dan kasus kemudian dihentikan, karena tersangka dinyatakan telah meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Langkah Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Ulang Kasus Mahasiswa Meninggal Jadi Tersangka Beroleh Dukungan Lemkapi
-
Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Mahasiswi Cianjur dan Mahasiswa UI Punya Kemiripan, Bagaimana Citra Polisi Nantinya?
-
Mahasiswa FISIP UI Meninggal Jadi Tersangka, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Kecelakaan di Srengseng Sawah
-
Kilas Balik Polisi Gelar Perkara Kasus Mahasiswa UI yang Diduga Ditabrak Pensiunan Polisi
-
Berbelok Mendadak Saat Mengemudikan Kendaraan, Ini Alasan Polisi Menetapkan Mahasiswa FISIP UI yang Meninggal Dunia Jadi Tersangka
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Nggak Perlu Jastip, Produk Makanan Thailand Kini Bisa Didapat Lebih Mudah di Indonesia
-
Di Tengah Dinamika Gugatan terhadap Media di Sumsel, AJI Palembang Tekankan Pemahaman Sengketa Pers
-
Tren 'Clean Girl' 2026: 5 Sepatu Lari Putih Lokal yang Paling Estetik dan Minimalis
-
5 Sepatu Lari yang Paling Nyaman Dipakai di Aspal Palembang, Bikin Kaki Nggak Cepat Pegal
-
7 Sepatu Lari yang Cocok untuk Cuaca Lembap dan Panas di Kalimantan Barat
-
7 Sepatu Lari Warna Pastel yang Bikin OOTD Olahraga Kamu Makin Cantik di Instagram
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
4 Rekomendasi Lampu Sepeda Terbaik 2026 dan Harganya
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Mei 2026: Kualitas Bintang Lima, Harga Juara
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo