Dalam waktu berbeda, namun sama-sama terjadi di jalan raya sehingga menimbulkan kecelakaan merenggut nyawa, yang meninggal berstatus mahasiswa dan mahasiswi, berada di tahun berbeda, namun memiliki kesamaan, yaitu melibatkan anggota Kepolisian RI. Serta dua mahasiswa, Selvi Amelia Nuraeni, dan Muhammad Hasya Atallah Saputra.
Dikutip dari Suara.com, pada 6 Oktober 2022 terjadi kecelakaan lalu-lintas di Srengseng Sawah, Jakarta yang membuat Muhammad Hasya Atallah Saputra, mahasiswa FISIP Universitas Indonesia meninggal dunia. Kemudian pada 20 Januari 2023, Selvi Amalia Nuraeni, mahasiswi Universitas Suryakancana Cianjur mengalami kecelakaan di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Cianjur. Juga mengembuskan napas terakhir.
Muhammad Hasya Atallah Saputra ditabrak Mitsubishi Pajero yang diduga dikemudikan eks Kapolsek Cilincing AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono. Sementara Selvi Amalia Nuraeni terlindas Audi A6 yang dikemudikan Sugeng Guruh Gautama Legiman. Bukan anggota Kepolisian namun tengah mengantar seorang perempuan yang mengaku sebagai istri dari seorang anggota Kepolisian dan tengah menyidik kasus serial killer di Cianjur.
Kedua kejadian ini membawa nama Kepolisian. Citranya di masyarakat akan dipertaruhkan. Dalam dua kasus berbeda, keduanya sama-sama mengandung unsur personel, secara langsung maupun tidak. Bagaimana kelanjutannya, tentu saja publik menginginkan sebuah transparansi, agar bisa diketahui kebenarannya.
Berikut perjalanan dua kasus yang masing-masing menimpa Muhammad Hasya Atallah Saputra, dan Selvi Amalia Nuraeni:
Selvi Amalia Nuraeni
Keluarga Selvi Amalia Nuraeni melalui kuasa hukumnya telah memaparkan beberapa bukti yang menyatakan bahwa sosok penabraknya melibatkan anggota Polri.
Akan tetapi Kepolisian membantah klaim bahwa mobil hitam Audi A6 yang menabrak adalah anggota Kepolisian.
"Penabrak mahasiswi tersebut adalah pengemudi yang mengendarai sebuah mobil sedan merek Audi, dan mobil itu bukan rangkaian dari pengawalan Polri. Mobil itu menyusup di pengawalan kemudian menabrak," jelas Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Rabu (25/1/2023).
"Korban meninggal akibat terlindas ban bagian kanan, dari salah satu mobil dari arah berlawanan. Diduga mobil itu secara liar mengikuti iring-iringan, jadi bukan bagian dari rombongan polisi," terang Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan dalam keterangan terpisah.
Akan tetapi, muncul sosok Nur yang mengaku istri dari seorang anggota kepolisian berinisial D dan tengah menyidik kasus serial killer Wowon Erawan cs.
Nur menyatakan ada di Audi A6 yang disebut sebagai penabrak Selvi Amalia Nuraeni. Minta izin kepada suami agar sopirnya membawa mobil masuk ke iring-iringan pejabat.
"Saya teleponan, janjian sama suami di tempat makan. Setelah itu suami saya ikut iring-iringan. Akhirnya saya ikut (iring-iringan polisi), atas izin suami saya," jelasnya, Jumat (27/1/2023).
Muhammad Hasya Atallah Saputra
Ia tengah bersepeda motor dan mengalami goncangan di Srengseng Sawah, miring ke kanan serta ditabrak sebuah mobil. Disebutkan ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit di atas ambulans, sementara penabrak enggan memberikan pertolongan.
Meski telah meninggal dunia, status yang ia sandang kini adalah sebagai tersangka. Pihak keluarga lewat kuasa hukumnya mendapatkan Surat Penetapan Penghentian Penyidikan (SP3).
"Kenapa dijadikan tersangka ini, dia kan yang menyebabkan, karena kelalaiannya jadi dia meninggal dunia," jelas Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman.
Dipaparkan bahwa malam hari itu jalan licin dan Muhammad Hasya Atallah Saputra dinilai lalai sehingga menabrak Pajero milik purnawirawan Polri.
Berita Terkait
-
Mahasiswa FISIP UI Meninggal Jadi Tersangka, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Kecelakaan di Srengseng Sawah
-
Mobil Tabrakan dengan Motor di Sumut, 3 Orang Tewas
-
Kejanggalan Kasus Tabrak Lari Selvi Amalia, Pelakunya Supir Audi A8 atau Innova Polisi?
-
Konferensi Pers Kecelakaan Muhammad Hasya Atallah Saputra Digelar di Kampus Salemba, BEM UI Akan Terus Kawal Kasus Ini
-
Kilas Balik Polisi Gelar Perkara Kasus Mahasiswa UI yang Diduga Ditabrak Pensiunan Polisi
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Kronologi Penerima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tewas Usai Tabrakan di Pacitan
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak