/
Selasa, 07 Februari 2023 | 10:48 WIB
Sekretaris Klasis GKI Wondama Pendeta Leo Rumansara memimpin perayaan syukur HUT ke-168 Pekabaran Injil di Tanah Papua di GKI Jemaat Syalom Wasior, Minggu (5/2/2023) ((ANTARA/HO-Zack Tonu B))

Sikap saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena adanya perbedaan menjadi pesan dari Sinode GKI.

Pada Minggu (5/2/2023), digelar perayaan Hari Ulang Tahun atau HUT ke-168 Pekabaran Injil di Tanah Papua. Tajuknya "Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan".

Dikutip dari kantor berita Antara, Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua menyerukan perlunya menumbuhkan moderasi beragama demi mewujudkan perdamaian, keadilan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih.

"Orang moderat adalah orang yang bersikap wajar, biasa-biasa saja dan tidak ekstrem. Yang dituntut oleh moderasi beragama saat ini adalah mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena adanya perbedaan," papar Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu yang dihubungi dari Wasior, Selasa.

Menurut Pendeta Andrikus Mofu, dorongan untuk melakukan moderasi beragama itu sejalan dengan HUT ke-168 Pekabaran Injil di Tanah Papua. Sinode GKI di Tanah Papua mengajak jemaat untuk terus mengimplementasikan moderasi secara Kristiani yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.

Sementara itu Sekretaris Klasis GKI Wondama, Pendeta Leo Rumansara menyatakan masuknya Injil ke Tanah Papua yang dibawa  para misionaris zaman dahulu telah membuka tabir kehidupan baru bagi orang asli Papua.

Pewartaan Injil pertama kali kepada masyarakat asli Papua berlangsung di Pulau Mansinam, Manokwari pada 5 Februari 1855. Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler asal Jerman mengemban misi misionaris ini.

Salah satu kuasa pengkabaran ini adalah orang asli Papua beralih menuju suatu peradaban baru yang berlandaskan cinta kasih dan kedamaian, juga terbuka.  Terang Injil pula yang diyakini membuat Papua terus berkembang maju dalam segala bidang sebagaimana yang dinikmati sekarang ini.

"Karena itu kita sebagai buah dari pemberitaan Injil itu harus hidup bisa menjauhkan segala sesuatu yang bertentangan dengan Injil itu sendiri. Kita harus hidup sebagai anak-anak terang dengan mengamalkan Firman Tuhan itu dalam kehidupan hari lepas hari," demikian pesan Pendeta Leo Rumansara.

Load More