DPR RI menyatakan sepatutnya pemerintah memberikan perlindungan kepada setiap WNI yang sedang berada di luar negeri.
Nama dosen Universitas Islam Indonesia atau UII Yogyakarta Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP) viral dibicarakan sehubungan kondisinya yang lost contact dalam perjalanan pulang dari jaldis atau perjalanan dinas luar negeri ke Norwegia menuju Indonesia via Riyadh (Arab Saudi) dan Istanbul (Turki).
Berbagai pihak, mulai keluarga, civitas academica UII Yogyakarta, Kementerian Luar Negeri RI, kedutaan RI di berbagai negara yang diperkirakan menjadi tempat persinggahan berdasar rute tiket pesawatnya, dan banyak lagi dibuat sibuk menemukan dosen yang akrab disapa Rektor UII Fathul Wahid sebagai Mas Rafie itu.
Dikutip dari kantor berita Antara, berdasarkan informasi dari Kemlu RI, AMRP atau Mas Rafie terdeteksi masuk ke wilayah Amerika Serikat melalui Bandara Boston pada Senin (13/2/2023) atau pekan lalu. Datanya didasarkan pada United States Customs and Border Protection atau badan proteksi perbatasan dan pabean Amerika Serikat.
Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan pemerintah perlu menjajaki berbagai kemungkinan dalam mengupayakan pencarian dosen UII AMRP ini.
"Semua kemungkinan harus ditelusuri untuk memastikan usaha pencarian dilakukan secara maksimal," jelas Dave Akbarshah Fikarno Laksono pada Senin (20/2/2023).
Menurutnya, sudah sepatutnya pemerintah memberikan perlindungan kepada setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di luar negeri.
Disebutkannya pula bahwa Polri telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menemukan sosok yang disapa Rektor UII Fathul Wahid, sebagai Mas Rafie itu.
Fathul Wahid sendiri termasuk dalam tim kecil yang bepergian bersama Mas Rafie dan dua anggota civitas academica UII mengunjungi University of South-Eastern Norway (USN) di Norwegia. Perjalanan berawal pada awal Februari (4/2/2023).
"Sejauh ini Polri dan kepolisian setempat, immigration and border control telah berkoordinasi," kata Dave Akbarshah Fikarno Laksono.
Keberadaan AMRP atau Mas Rafie, Dosen Jurusan Informatika Fakultas Teknik Informatika UII terakhir adalah Bandara Oslo, Norwegia (12/2/2023) dan mengirim pesan melalui ponsel kepada istrinya, ia tengah "Menunggu boarding".
Mestinya ia terbang melalui Istanbul, Turki dengan penerbangan Turkish Airlines dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (16/2/2023). Rute yang ia bagikan kepada Rektor UII adalah Oslo-Riyadh-Istanbul-Riyadh-Jakarta. AMRP menempuh rute berbeda dari penerbangan Fathul Wahid dan dua dosen UII lainnya yang telah tiba di Tanah Air.
Pada Minggu (19/2/2023), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berkoordinasi dengan perwakilan RI di Turki, telah bergerak mencari informasi ke otoritas setempat untuk mencari AMRP yang dilaporkan hilang kontak.
Sebagai catatan, AMRP tidak asing dengam Amerika Serikat, karena sebagai alumni penerima beasiswa Fulbright ia pernah mengambil beberapa mata kuliah di Universitas New York dan Teachers College, Universitas Columbia. Selain itu ia adalah alumni sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2008. Kemudian memperoleh gelar Master dari Monash University pada 2011. Dilanjutkan menempuh pendidikan studi doktoral di University Stony Brook, Universitas Negeri New York Amerika Serikat pada 2019.
Mas Rafie mempunyai minat penelitian di bidang teknologi informasi, M-learning, M-commerce, mobile security, dan media sosial.
Berita Terkait
-
Pernah Kantongi Beasiswa Fulbright, Ini Sosok Mas Rafie Dosen UII Yogyakarta yang Disangka Hilang Namun Muncul di Boston
-
Mas Rafie Masuk Bandara Boston Sejak Pekan Lalu, UII Yogyakarta Bakal Terapkan SOP Internal Jaldis Luar Negeri
-
Dosen UII Yogyakarta yang Hilang Kontak Berada di Amerika Serikat, Kampus Yakin Ia Tidak Terkait Gerakan Terlarang
-
Dosen UII Yogyakarta Dilaporkan Hilang Sudah Bisa Dilacak: Mengubah Rute Tanpa Pemberitahuan
-
Seorang Maling Motor Kepergok Warga Saat Bobol Kunci Kontak di Kalideres
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Apakah CPNS Dapat THR Lebaran 2026? Begini Aturan Resminya
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
7 Olahraga yang Cocok Dilakukan saat Puasa agar Tetap Bugar
-
Solidaritas Mokel Berjamaah, Mengapa Jadi Tren?
-
3 Pilihan Cream Blush Murah untuk Pemula: Mudah Dibaurkan dan Tahan Lama!
-
Performa Gacor, Brentford Perpanjang Kontrak Keith Andrews hingga 2032
-
Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi
-
Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror