/
Rabu, 22 Februari 2023 | 05:40 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran ((Suara.com/Yaumal))

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran meradang atas aksi debt collector yang sempat membentak anggotanya.

Darahnya mendidih melihat ulah debt collector tersebut yang meraja lela di Jakarta. 

"Sampai tadi malam saya tidur jam 3, darah saya mendidih itu saya lihat anggota dimaki-maki begitu," kata Fadil dikutip dari Instagram @kapoldametrojaya, Rabu (22/2/2023).

Dia menegaskan bahwa tidak ada lagi tempat preman di Jakarta.

"Jangan mundur lagi, sedih hati saya itu bolak-balik," ujarnya. 

Bahkan, dia meminta pihaknya untuk segera melawan dan menangkap para debt collector.

"Lawan, tangkap, jangan pakai lama!" tegas Fadil.

Di kesempatan yang sama Fadil juga memerintahkan para Kasat Serse untuk segera merespons jika ada pelaporan tindak premanisme.

"Jangan terlambat datang ke TKP kalau ada begitu. Cepat respons, cepat tangkap preman-preman seperti itu," perintahnya.

Baca Juga: Konflik Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Ridwan Kamil: Cari Solusinya Supaya Tak Rugikan Masyarakat

Dia juga meminta jajarannya untuk segera menindak aksi para debt collector yang bicara kasar, termasuk yang memerintahkan mereka.

"Siapa itu perusahaan leasing yang order itu. Tidak boleh lagi debt collector yang menggunakan kekerasan, meteror orang, enggak boleh lagi, saya perintahkan kamu itu!" tegas Fadil.   

Sebelumnya, video terkait peristiwa debt collector membentak anggota Polri ini sempat diunggah akun TikTok @clarashintareal menjadi viral di media sosial. 

Dalam video, debt collector tersebut lantas membentak salah satu anggota polisi yang berupaya melerai saat berdebat dengan Clara. 

Debt collector tersebut tak terima saat dimintai menyelesaikan permasalahannya di kantor kepolisian terdekat. 

Load More