Pada pekan ini Persija Jakarta menerima dua surat dari PSSI terkait pemanggilan pemain tim nasional tentang Timnas senior dan surat kedua terkait Timnas U-20.
Surat yang pertama berisikan pemanggilan enam pemain Macan Kemayoran ke Timnas senior yang akan berlangsung di Jakarta, pada 20-29 Maret 2023. Mereka diproyeksikan untuk tampil di laga FIFA Matchday.
Surat yang kedua memanggil enam pemain plus dua yang ada di Timnas senior sehingga menjadi delapan nama untuk mengikuti training camp Timnas U-20 di Jakarta pada 20 Maret-1 April 2023 dan di Korea Selatan pada 2-20 April 2023. Mereka disiapkan untuk tampil di Piala Dunia U-20 pada 20 Mei-11 Juni 2023.
Ketiga sudah ada komunikasi lisan terkait pemanggilan tiga pemain untuk Timnas U-23 dari 29 Maret 2023 hingga SEA Games 2023 (5-17 Mei 2023).
“Jadi berdasarkan dua surat pemanggilan dan pembicaraan lisan itu, artinya sangat clear dari periode 20-29 Maret di mana Persija punya satu pertandingan melawan Persita (28/3/2023), kami akan bermain tanpa 12 pemain. Sekali lagi saya garis bawahi 12 pemain. Kemudian apa bila komunikasi lisan itu terealisasi, artinya dari 29 Maret sampai kompetisi selesai Persija akan bermain tanpa 11 pemain. Jadi ada problem yang muncul,” tutur Wakil Presiden Persija, Ganesha Putera.
Problem yang pertama adanya pertandingan antara Persita vs Persija (28/3/2023) yang berlangsung dalam periode FIFA Match Day. Persija tidak mau bicara kondisi ini siapa yang salah, tapi apa yang terjadi adalah fakta.
Problem kedua adanya pemanggilan pemain di luar FIFA Match Day, yaitu pemain Timnas U-20 dan Timnas U-23.
“Apa yang saya sampaikan di sini kelihatannya problemnya Persija. Tapi no, ini problemnya sepak bola Indonesia. Karena sebenarnya klub mengalami permasalahan yang sama. Saya tahu ada klub-klub yang mungkin punya pertandingan di window FIFA Matchday antara 20-29 Maret 2023,” kata Ganesha.
Mengacu pada dasar itu, Persija ingin adanya suatu kebijakan untuk kemajuan Timnas tanpa menggerus kualitas klub ketika tampil di kompetisi. Program pengembangan timnas harus dilihat dalam satu konteks sepak bola secara utuh, yaitu di dalamya ada aspek-aspek lain.
Baca Juga: Bangunan Cagar Budaya Ndalem Mijosastran yang Terdampak Tol Jogja-Bawen Diverifikasi Ulang
“Hal itu (komitmen mendukung kemajuan sepak bola Indonesia secara utuh) adalah sikap kami yang pertama. Yang kedua terkait solusinya. Saya bicara solusi jangka pendek lebih dulu. Menurut kami best way dan yang paling bijak adalah bagaimana pemegang kebijakan bisa melakukan reschedule terhadap pertandingan yang dimainkan di window FIFA Matchday. Karena normalnya ketika window FIFA tak ada pertandingan. Itu adalah solusi jangka pendek yang clear, jelas, dan possible untuk dilakukan,” ucap Ganesha.
“Kemudian di TC Timnas U-20 dan U-23, problemnya beda lagi karena dilakukan di luar FIFA Matchday. Sebenarnya di TC itu pemain tidak bertanding tapi hanya berlatih. Mohon diberikan kebijaksanaan untuk pemain-pemain yang memiliki menit bermain reguler di LIga 1 diizinkan bermain ketimbang mereka hanya berlatih di Timnas. Kami sangat mendukung program Timnas. Menurut kami yang terbaik adalah dengan cara meng-improve kualitas pemain di kompetisi,” ujarnya melanjutkan.
Menurut Ganesha, solusi tersebut sejatinya sudah sesuai apa yang diinginkan pelatih Timnas, Shin Tae-yong. Dalam report pemain usai ajang Piala AFC U-20 2023 yang diberikan oleh pihak Timnas, dijelaskan bahwa ada masukan agar pemain-pemain Persija diberikan menit bermain lebih di klub.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN
-
5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee
-
Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK
-
Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat
-
11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
-
BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi
-
MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027
-
Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?
-
Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah
-
Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang